Rabu, 10 Jul 2019 11:55 WIB

Dokter: Mengatasi Sleep Apnea Tak Segampang Tidur dengan Mulut Diplester

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Plester mulut saat tidur bisa saja hanya baik untuk meredam suara dengkuran. (Foto: iStock) Plester mulut saat tidur bisa saja hanya baik untuk meredam suara dengkuran. (Foto: iStock)
Jakarta - Selain Andien, beberapa orang yang telah mencoba teknik plester mulut saat tidur mengaku mendapat berbagai manfaat seperti kualitas tidur lebih nyenyak, mengatasi lelah, bahkan lebih rileks ketika bangun.

"I tried the tape mouth thing, tenggorokan enak bgt pas bangun ya," cerita salah satu follower Andien.

Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, mengatakan plester mulut saat tidur bisa saja hanya baik untuk meredam suara dengkuran, bukan penyakit yang menyertainya.



"Gini lho, kalau cuma untuk mengurangi suara gangguan tentu akan bermanfaat. Tapi kan dia mengejarnya adalah untuk mengatasi lelah, sleep apnea," katanya kepada detikHealth, Rabu (10/7/2019).

dr Ade, sapaannya, menuturkan sleep apnea atau ganguan napas saat tidur tidak mungkin teratasi hanya dengan merapatkan mulut. Sehingga harus dibedakan cara mengatasi dengkuran dengan mengatasi sleep apnea.

"Periksakan dulu, lihat dulu dengkurnya ada gangguan napasnya atau tidak. Nah kemudian gangguan napasnya bagaimana, derajatnya berapa, jenisnya apa. Itu semua kita harus lihat dulu dan dari sanalah kita baru bisa menentukan perawatannya," jelas dr Ade.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)