Kamis, 11 Jul 2019 08:30 WIB

Round Up

Tidur dengan Mulut Diplester, Alasan Kesehatan atau Ikut Tren Saja?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tidur dengan mulut diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko. (Foto: iStock) Tidur dengan mulut diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko. (Foto: iStock)
Jakarta - Belum lama ini penyanyi Andien membagikan kebiasaannya yang cukup unik yakni tidur dengan mulut diplester. Kebiasaan tersebut sudah dilakukannya selama beberapa bulan terakhir. Melihat kebiasaan tidurnya itu, banyak netizen sontak bertanya-tanya mengenai teknik yang ia lakukan dan beberapa berniat untuk meniru.

Tidur dengan mulut diplester merupakan salah satu teknik pernapasan yang disebut Buteyko Breathing. Teknik pernapasan ini menekankan bahwa bernapas normal adalah melalui hidung, bukan mulut yang dilakukan agar tubuh mendapatkan oksigenasi jaringan dan organ yang lebih baik.

Salah satu manfaat yang didapatkan dari melakukan teknik pernapasan ini adalah seseorang bisa tidur lebih nyenyak bahkan bisa menghilangkan kebiasaan ngorok. Testimoni ini bahkan sudah diamini oleh Andien sendiri yang merasa bahwa tidur dengan mulut diplester sangat bermanfaat untuk kesehatannnya.

"Latihan buteyko breathing yang saya rasakan banyak manfaatnya. tapi mungkin kalo belum punya kesempatan itu, mulai dengan memplester mulut ketika tidur," tulis Andien di instagram story miliknya.



Meski teknik tersebut diklaim mampu menyembuhkan penyakit tidur, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, menuturkan bahwa sleep apnea atau gangguan tidur tidak bisa diobati hanya dengan memplester mulut saja.

"Sleep apnea ya kalau sudah ada gangguan napasnya tidak mungkin teratasi hanya dengan merapatkan mulut. Jadi harus dibedakan mengatasi dengkuran dengan mengatasi sleep apnea," katanya kepada detikHealth, Rabu (10/7/2019).

Menggunakan plester untuk menutupi mulut ketika tidur mungkin bisa berhasil pada mereka yang memiliki kebiasaan ngorok. Namun jika mengidap gangguan tidur lain, ada langkah medis tertentu yang harus diterapkan.



Meski dianggap tidak memiliki manfaat yang berarti, dr Ade mengatakan tak apa untuk mencoba. Untuk efek sampingnya sendiri pun tidak ada. Bahkan, dr Ade, sapaannya, mengatakan tidak ada masalah jika ingin mencoba teknik tidur tersebut.

"Bahaya sih nggak. Ya kalaupun engap pasti kebangun. Tinggal buka plesternya gampang kan," lanjutnya.

Jika sudah mencoba trik plester mulut saat tidur namun tidak mendapat efek yang diinginkan, bisa saja ada gangguan pernapasan atau sleep apnea yang diderita. Maka disarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosa yang tepat.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)