Rabu, 17 Jul 2019 19:32 WIB

Baby Blues Vs Depresi Postpartum, Berbagai Masalah Kejiwaan pada Ibu Melahirkan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: iStock Ilustrasi ibu melahirkan. Foto: iStock
Jakarta - Seorang ibu yang mengalami sindrom pascamelahirkan membacok suaminya pada Minggu (14/7/2019). Peristiwa ini terjadi sekitar 2 bulan usai kelahiran anak ketiga pasangan tersebut.

"Hasil pemeriksaan terhadap Aminah, dokter yang menangani tidak menemukan adanya gangguan kejiwaan. Pasien Aminah menderita depresi berat yang disebabkan oleh baby blues sindrom atau sindrom pascamelahirkan," kata Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Ramdansyah pada Senin (15/7/2019) dikutip dari detikcom.

Baby blues bukan satu-satunya gangguan yang berisiko dihadapi ibu usai melahirkan. Gangguan lain yang mungkin dihadapi adalah depresi dan psikosis postpartum, akibat tidak stabilkan senyawa dalam otak yang disebut neurotransmitter. Ibu tentu saja bisa segera pulih jika gangguan mental tersebut segera ketahuan dan ditangani.

"Sama seperti gangguan jiwa lain, penanganan pada ibu baru melahirkan harus secepatnya. Ibu yang segera pulih bisa kembali mengurus anak serta keluarganya, serta tidak berisiko mencelakakan diri sendiri atau lingkungan sekitar," kata dokter spesialis jiwa dari RS Siloam Bogor dr Lahargo Kembaren, SpKJ.


Berikut penjelasan soal gangguan mental dan emosi yang berisiko dialami ibu usai melahirkan.

1. Baby blues
Kondisi ini adalah gangguan psikologis yang terjadi pada sekitar 60-70 persen ibu yang baru melahirkan. Gangguan yang terjadi sekitar 1-2 minggu ini ditandai rasa sedih, murung, lelah, sulit tidur, serta malas mengurus bayi dan keperluan lain. Baby blues disebabkan perubahan mendadak pada hormon dan kehidupan, serta kurangnya support dari suami dan keluarganya.

2. Depression postpartum
Depresi usai melahirkan harus diwaspadai jika baby blues berlangsung lebih dari 2 minggu. Sekilas gangguan mental ini mirip baby blues yang ditandai gangguan mood, kehilangan semangat, dan mudah lelah. Gejala lain adalah perubahan pola makan, tidur, dan munculnya keinginan bunuh diri. Tentunya diagnosa dan penanganan depresi hanya bisa dilakukan dokter.

3. Psikosis postpartum
Ibu dengan gangguan ini mengalami gangguan membedakan ilusi dan kenyataan. Berbeda dengan depresi, psikosis bisa segera muncul seperti baby blues. Ilusi yang muncul bisa bersifat halusional atau delusional, yang sama-sama berisiko mengakibatkan ibu berbuat kekerasan yang bersifat fisik atau verbal.

Halusional dicirikan dengan ilusi yang terkait kerja panca indera, misal ada yang membisiki atau memandang. Sementara delusional terkait keyakinan yang tidak sesuai fakta, misal merasa ada yang berniat nggak baik atau jahat pada diri sendiri atau bayinya. Penegakan diagnosa dan penanganan hanya bisa dilakukan dokter yang berkompeten.




Baby Blues Vs Depresi Postpartum, Berbagai Masalah Kejiwaan pada Ibu Melahirkan


Simak Video "Langka! Ibu Kulit Hitam ini Lahirkan Bayi Kulit Putih Dua Kali"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)