Jumat, 26 Jul 2019 08:21 WIB

Round Up

Tak Penuhi Kompetensi, 615 Rumah Sakit Direkomendasikan Turun Kelas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan rumah sakit direkomendasikan turun kelas karena tidak sesuai kompetensi (Foto: Enggran Eko Budianto)
Topik Hangat 615 RS Turun Kelas
Jakarta - Pemerintah melakukan review terhadap lebih dari 2 ribu rumah sakit di Indonesia. Hasilnya, dari 2170 rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, terdapat 615 RS yang mengalami penurunan kelas.

Jumlah tersebut tercantum dalam surat bernomer HK.04.01/I/2963/2019 tentang Rekomendasi Penyesuaian Kelas Rumah Sakit Hasil Reviu Kelas Rumah Sakit. RS yang keberatan dengan hasil review bisa menyampaikan dalam 28 hari sejak rekomendasi diterbitkan.

"Setelah dilakukan review dengan perhitngan berdasarkan Permenkes pedoman review kelas, ada 615 rumah sakit yang direkomendasikan untuk disesuaikan kelasnya agar gambaran kompetensi jelas," sebut Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS, kepada detikHealth, Kamis (25/7/2019).



Kriteria penurunan kelas yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan didasari oleh sumber daya yang ada di rumah sakit tersebut, mulai dari sarana dan prasarana sampai tenaga kesehatan khususnya dokter yang berpraktek di sana.

"Jadi kita mau melihat antara peraturan dan fakta di lapangan. Apakah yang selama ini kelas B benar kelas B? Di dalam kompetensi ini ada SDM, sarana prasarana dan alat dan ini yang membedakan rumah sakit satu dan lainnya," sebut Bambang.

Penurunan kelas ini mendapat respon beragam, salah satunya protes dari Gubernur Banten Wahidin Salim soal rekomendasi penurunan kelas pada 21 rumah sakit di wilayahnya yang menganggap hal tersebut bertentangan dengan fakta yang ada di lapangan.

"Itu yang kita protes, melakukan gugatan ke Kemenkes. Ketika B itu sudah kita penuhi angka dokter spesialis dan 6 polinya. Tapi tiba-tiba kenapa diturunkan tingkatnya," ujar Wahidin saat diwawancarai detikNews, Selasa (23/7/2019).



Meski demikian, Kemenkes menjamin penurunan kelas ini tak mempengaruhi pelayanan pada pasien terutama peserta BPJS Kesehatan. Ada atau tidak adanya review, sistem rujukan diklaim tidak akan mengalami perubahan.

"Layanan tetap berjalan. Jadi nggak ada dampak ke pasien, nggak ada pengaruh disini," tutur Bambang.

Salah satu tujuan dilakukannya pengecekan atau review kepada sejumlah rumah sakit adalah untuk menata pembinaan dan pengawasan agar rumah sakit bisa melakukan perbaikan, khususnya dalam segi sumber daya, baik sarana prasarana, fasilitas, maupun dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

"Jadi semua pihak diuntungkan. Rumah sakit juga diuntungkan karena dia jadi tahu kompetensinya di mana. Semuanya untung," pungkasnya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat 615 RS Turun Kelas