Sabtu, 27 Jul 2019 17:10 WIB

Siram Air untuk Atasi Polusi, Efektif untuk Debu Tapi Tak Kurangi Gas

Widiya Wiyanti - detikHealth
Polusi gas dari sisa pembakaran mesin kendaraan sulit disiram. (Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono)
Jakarta - Masalah polusi udara Jakarta menjadi sorotan karena disebut jadi salah satu kota yang paling buruk di dunia. Angka Air Quality Index (AQI) Jakarta oleh AirVisual pada Sabtu (27/7) pagi sempat menyentuh angka 172 karena banyaknya polutan debu dan gas di udara.

Sebagai perbandingan rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya menunjukkan semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Terkait hal tersebut muncul wacana menyiramkan air ke jalan-jalan untuk mengurangi polusi. Peneliti perubahan iklim dan kesehatan lingkungan Dr Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSC dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa polusi udara secara keseluruhan tak bisa diatasi hanya dengan menyiram air.


Menyiramkan air ke jalan mungkin bisa mengurangi debu yang beterbangan, namun polusi udara di kota besar seperti Jakarta sebagian besar sifatnya gas dari sisa pembakaran tak sempurna kendaraan bermotor.

"Sumbernya adalah kendaraan bermotor yang menyebabkan pencemaran udara semakin tinggi," kata Budi.

Daripada ramai-ramai menyiramkan air ke jalan, Budi lebih menyarankan warga lebih sering menggunakan transportasi publik. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan dan dengan demikian mengurangi gas sisa pembakaran tak sempurna kendaraan bermotor.

"Kendaraan yang baik itu kendaraan yang tidak mengeluarkan pencemaran udara. Biasanya rata-rata kecepatan 30-110 km per jam, di bawah itu pembakarannya tidak sempurna. Itu karbon monoksida keluar kan pas macet kecepatannya pelan kan. Supaya tidak terjadi pembakaran yang tidak sempurna beralih public transport," pungkasnya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)