Kamis, 01 Agu 2019 13:53 WIB

Katastropik Penyumbang Defisit Terbesar, Ini Saran Noriyu untuk BPJS Kesehatan

Widiya Wiyanti - detikHealth
BPJS Kesehatan. Foto: detik BPJS Kesehatan. Foto: detik
Jakarta - Penyakit katastropik atau penyakit yang membutuhkan biaya tinggi dalam pengobatannya menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi BPJS Kesehatan. Disebut-sebut penyakit katastropik merupakan salah satu penyebab besarnya defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, anggota DPR RI Nova Riyanti Yusuf mengemukakan idenya untuk mengatasi permasalahan pembiayaan penyakit katastropik. Ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan harus memiliki skema tersendiri untuk penyakit katastropik.

"Paling gampang sih dia (peserta -red) bayar iuran, tapi dari awal langsung disisihkan berapa persen untuk katastropik. Semua orang iur itu diambil saja 5-10 persen terus masuk ke rumah (skema -red) itu. Skema saja biar clear untuk katastropik," ujarnya saat ditemui di acara Diskusi Publik L2PK di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).



Noriyu sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa skema tersebut diterapkan oleh negara Korea Selatan. Di mana skema tersebut sangat membantu untuk pembiayaan penyakit katastropik yang begitu besar.

Wanita yang juga seorang psikiater ini menegaskan bahwa penyakit katastropik dapat membuat program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) tidak sustainable, atau kemampuan untuk mempertahankan keberlanjutannya jika permasalahan penyakit katastropik ini tidak segera diselesaikan.

"Ini semua akan bisa terlaksana kalau skemanya disiapin atau rumahnya dibuat," tegas Noriyu.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)