Minggu, 04 Agu 2019 17:05 WIB

Kekurangan Zat Besi di Masa Kecil Bikin Otak Jadi Lebih Lemot

Rosmha Widiyani - detikHealth
Sumber zat besi dalam makanan (Foto: iStock)
Jakarta - Zat besi memang tidak dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Namun kurang konsumsi zat besi bisa menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan tubuh.

Salah satunya adalah cenderung lemot akibat tingkat kecerdasan yang minim. Kekurangan zat besi mengganggu pembentukan serabut otak selama dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

"Bisa kita simpulkan dampak jangka panjangnya memang cenderung lemot. Kekurangan zat besi memang mempengaruhi tingkat intelektual, dan ini sifatnya irreversible atau tidak bisa diperbaiki jika sudah terjadi," kata dokter spesialis anak Prof Dr dr Rini Sekartini, SpA(K).



Dengan risiko tersebut, dr Rini mengingatkan selalu mengonsumsi makanan bernutrisi dan suplemen jika diperlukan. Perbaikan gizi dimulai sedini mungkin, apalagi bila seseorang sudah merasakan gejala kurang zat besi misal cepat lelah, letih, lemah, dan lesu.

Perbaikan nutrisi saat dewasa memang tidak bisa memperbaiki tingkat intelektualitas. Namun kecukupan zat besi bisa mencegah anak yang lahir mengalami kondisi serupa, karena minimnya cadangan besi dalam tubuh orangtua.

Zat besi sebaiknya dikonsumsi sebanyak 8,7 miligram pada pria berusia lebih dari 18 tahun. Sementara pada wanita adalah 14,8 miligram per hari untuk usia 19-50 tahun. Kebutuhan zat besi untuk bayi usia 1-11 bulan adalah 11 miligram per hari.



Simak Video "Daging Tak Matang Bisa Bikin Infeksi Cacing Pita Sampai ke Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)