Selasa, 06 Agu 2019 12:48 WIB

6 Hal yang Menggagalkan Seseorang Jadi Donor ASI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi donor ASI. (Foto: iStock)
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019
Jakarta - Donor ASI masih menjadi hal yang masih jarang diketahui bahkan dipandang menjijikkan oleh sebagian orang. Namun, praktik donor ASI ini semakin meluas dan membawa manfaat bagi yang membutuhkannya, seperti menyelamatkan bayi yang lahir dengan berat yang rendah dan bayi lahir prematur dari risiko kematian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 20 juta bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5kg tiap tahunnya. Lahir dengan berat yang rendah dan lahir prematur dapat meningkatkan risiko kematian pada bayi. Hal ini bisa diantisipasi dengan adanya donor ASI.


Dikutip dari Milkbankne, ada beberapa hal yang membuat ibu tidak dapat mendonorkan ASI, yaitu:

1. Punya infeksi
Jika saat menjalani tes darah dan terbukti mengidap infeksi, ibu tidak diperbolehkan mendonorkan ASI. Hal itu bisa saja menular lewat ASI yang dikeluarkan. Infeksi yang perlu diwaspadai antara lain HTLV (human T- cell leukemia-lymphoma virus), Hepatitis B/C, hingga HIV (Human Imunodefiiency Virus).

2. Mengonsumsi rutin minuman keras atau obat-obatan terlarang
Ibu yang mengonsumsi lebih dari 2 ounce minuman keras dan obat-obatan terlarang dalam 24 jam terakhir, dilarang untuk mendonorkan ASI.

3. Melakukan transplantasi organ maupun jaringan
Ibu menyusui tidak boleh mendonorkan ASI jika telah melakukan transplantasi organ maupun jaringan lainnya dalam 12 bulan terakhir.


4. Mendapat transfusi darah atau produk darah
Ibu tidak dapat mendonorkan ASI jika mendapatkan tranfusi darah atau produk darah lainnya dalam 6 bulan terakhir.

5. Berpotensi terkena paparan penyakit Creutzfeldt Jakob (Gangguan Otak Parah)
Hal ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan bayi yang mendapat donor ASI yang diberikan.

6. Donor bebas alergi
Harus dipastikan ibu donor tidak memiliki alergi karena makanan tertentu, seperti seafood. Hal ini akan berisiko bayi yang mendapat donor ASI akan tertular.

Walaupun baik untuk kesehatan bayi yang membutuhkan, hal ini bisa menjadi boomerang bagi ibu kandung sang bayi. Jika keadaan bayi sudah kenyang karena ASI hasil donor, maka frekuensi menyusu langsung pada ibunya berkurang. Ini akan berpengaruh pada produksi ASI yang dihasilkan oleh ibu kandung si bayi.



Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Pekan ASI Sedunia 2019