Jumat, 09 Agu 2019 07:30 WIB

Bungkus Daging Kurban dengan Kresek Hitam Bisa Picu Kanker? Ini Faktanya

Kintan Nabila - detikHealth
Bungkus daging kurban dengan kresek. Foto: Masjid Al Azhar Bagikan Daging Kurban ke 2.000 Orang (Yulida-detikcom) Bungkus daging kurban dengan kresek. Foto: Masjid Al Azhar Bagikan Daging Kurban ke 2.000 Orang (Yulida-detikcom)
Jakarta - Perayaan Idul Adha biasanya identik dengan pembagian daging kurban. Biasanya bungkusan daging akan dibagikan ke setiap rumah warga dengan menggunakan kantong kresek. Tapi tunggu dulu, coba perhatikan warna kantong kresek yang Anda terima, apakah berwarna hitam?

Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan larangan mengenai penggunaan kresek hitam saat pembagian daging kurban. Selain tidak ramah untuk lingkungan juga bisa berbahaya untuk kesehatan.

Peneliti Bioplastik Muhammad Ghozali, MT dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia mengatakan, dalam pelentur plastik terdapat zat karsinogen yang merupakan zat pemicu kanker.



"Biasanya kanker, zat ini termasuk dalam pelentur plastik. Karena memang paling cocok dan ideal untuk pelentur plastik," katanya saat diwawancarai detikHealth. Jumat (2/8/2019).

Semua kresek apapun warnanya memiliki zat pelentur agar bisa elastis. Tapi kenapa kresek hitam lebih berbahaya dibanding kresek warna lainnya?

"Sebenarnya plastik itu warnanya bening dari awal. Kresek hitam ini sudah mengalami 4 sampai 5 recycle. Makanya warnanya jadi hitam, kasar-kasar dan baunya busuk," kata Ghozali.

Ia juga menambahkan, kantong kresek hitam biasanya berbahan HDPE (High Density Polyethylene) yang memang tidak dianjurkan untuk bersentuhan langsung dengan makanan. Karena ditakutkan ada migrasi zat-zat berbahaya dari kresek hitam ke daging kurban.



Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)