Daging dari Sapi yang Minum Jamu, Aman Nggak Dikonsumsi Manusia?

ADVERTISEMENT

Daging dari Sapi yang Minum Jamu, Aman Nggak Dikonsumsi Manusia?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sabtu, 10 Agu 2019 15:08 WIB
Sapi kurban Presiden Jokowi di Jambi. (Foto: Ferdi-detikcom.)
Jakarta - Sapi kurban dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk warga Jambi mendapat perlakuan khusus, yakni dimandikan dua kali sehari dan diberi minum jamu olahan dari campuran telur dan gula aren. Menurut peternaknya, hal itu dilakukan untuk menjaga bobot dan kualitas sapi.

Namun menurut pendapat dokter hewan dan praktisi sapi, drh Sugeng Dwi Hastono, menyebutkan tak masuk akal memberikan asupan protein pada sapi dengan menggunakan telur yang merupakan protein hewani. Karena pada dasarnya sapi adalah hewan herbivora atau pemakan tanaman.

Lalu, apakah daging dari sapi yang diminumi jamu ini memiliki efek bila dikonsumsi oleh manusia? drh Sugeng mengatakan ia tidak bisa menyimpulkan, namun risiko infeksi bisa saja terjadi apabila cangkang telur yang terkontaminasi tertinggal dalam campuran jamu tersebut.

"Ayam itu saluran reproduksi lubangnya cuma satu. Jadi saat bertelur, cangkang telurnya bisa terkontaminasi kotoran. Dan saat memecahkan telur bisa saja tak sengaja ada pecahan telur tersebut yang tercampur. Kalau kebetulan kulit telurnya ada kumannya, kalau kita berikan ke sapi bisa berisiko," katanya saat diwawancarai detikHealth, Jumat (9/8/2019).


Namun itu hanya salah satu contoh yang kemungkinan bisa terjadi, tegas drh Sugeng. Selebihnya, jika ingin mengetahui apakah nanti dagingnya aman untuk dikonsumsi manusia atau tidak sebaiknya sapi tersebut diperiksa. Jika sapi tersebut masuk dalam kategori sehat dan layak memenuhi syarat kurban, maka tentu aman.

"Kembali lagi sapi itu adalah hewan memamah biak atau ruminan. Dan sumber makanannya adalah proteinnya dari tanaman. Seharusnya berikanlah sesuai dengan porsi masing-masing. Kreatif sih boleh aja, tapi ya yang masuk akal aja gitu," tandasnya.



Simak Video "Indonesia dan China Kerja Sama Kembangkan Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT