Senin, 12 Agu 2019 11:50 WIB

Awalnya Catcalling Dianggap Wajar, Lama-lama Begal Payudara

Kintan Nabila - detikHealth
Catcalling oleh sebagian orang dianggap wajar, oleh sebagian yang lain dirasa melecehkan (Foto: iStock) Catcalling oleh sebagian orang dianggap wajar, oleh sebagian yang lain dirasa melecehkan (Foto: iStock)
Jakarta - Siapapun orangnya, seperti apapun tampangnya, pelaku catcalling pantas disebut pelaku pelecehan. Catcalling bukan pujian, bukan juga naluri biologis, melainkan salah satu bentuk pelecehan seksual secara verbal. Demikian kata mereka yang pernah mengalaminya.

Sederhananya, catcalling adalah perilaku menggoda orang lain di jalan, biasanya dilakukan terhadap lawan jenis. Walau ada yang menganggapnya wajar, faktanya lebih banyak yang tidak merasa nyaman diperlakukan demikian.

Salah satu pembaca detikHealth, Annisa mengaku kesulitan ketika menghindari pelaku catcalling. "Mau sendiri, berdua, pakai baju apapun. Mau siang atau malam pasti digodain," katanya.

"Biasanya di angkot atau di pasar sih. Diibilang takut ya takut, tapi kalo digodain disuit-suitin gitu, diemin aja buru-buru pergi. Pelakunya seneng kalo kita respons," kata Annisa pada detikHealth, Senin (12/8/2019).

Motorku dicegat terus dia bilang 'Neng jangan buru-buru, kenalan dulu dong'. Sampe dia pegang tangan juga.Ira - Pembaca detikHealth


Ia juga menambahkan, catcalling sering dianggap hal biasa oleh masyarakat. Kalau kasus pelecehannya sudah berat, baru dibawa ke ranah hukum.

"Kalau orang itu terlalu iseng dan enggak bisa nahan nafsu, bisa aja berawal dari catcalling terus jadi begal payudara," katanya.

Begitupun dengan Ira yang menceritakan pengalaman catcalling terparahnya. Ia mengatakan bahwa saat ini catcalling tidak hanya sebatas ucapan-ucapan verbal saja, bahkan bisa lebih 'parah'.

"Waktu pulang kuliah aku pakai motor, ada cowok-cowok yang nongkrong. Motorku dicegat terus dia bilang 'Neng jangan buru-buru, kenalan dulu dong'. Sampe dia pegang tangan juga," kata Ira.

Setuju bahwa catcalling termasuk pelecehan dan tak seharusnya dianggap wajar? Tinggalkan jejak di komentar!



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed