Senin, 12 Agu 2019 13:05 WIB

Belajar dari Pengalaman Stroke di Usia 35, Vabyo: Jangan Tamak Kalau Makan!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penulis Valiant Budi saat berkunjung ke kantor detikcom. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT) Penulis Valiant Budi saat berkunjung ke kantor detikcom. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta - Terserang stroke di usia muda menjadi mimpi buruk bagi setiap orang. Tentu tidak ada yang mau terkena penyakit mematikan ketika usia sedang produktifnya.

Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Valiant Budi, penulis berusia 39 tahun ini hanya bisa pasrah saat didiagnosa mengidap stroke hemoragik akibat pola hidupnya yang tidak sehat saat dirinya masih berusia 20 tahun.

"Dulu aku sarapan nasi padang gule otak. Lalu ngopi setiap hari pake teko French Press yang setara 3 cangkir gelas, dan sehari bisa 3 kali nambah. Jadi sehari minimal bisa 9 gelas," kenang pria yang akrab disapa Vabyo, saat dihubungi detikHealth, Senin (12/8/2019).

Kisahnya yang terserang stroke di usia 35 tahun menjadi perhatian banyak kalangan. Vabyo menceritakan pengalaman 'pahit' kala itu di akun twitter pribadi miliknya dan mendapat respons positif dari netizen. Banyak yang mengaku makin sadar akan kesehatannya dan berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat.

"Gue jadi takut kena stroke ya. Gue punya hipertensi padahal umur 22 tahun. Terakhir kali gue sampe disuruh ke IGD karena tensi 158/98. Dan rasanya mau pecah kepala sama kaki tuh ga kuat buat berdiri," tulis akun @adityag*o


Vabyo mengakui, dirinya yang tak peka akan gejala-gejala hipertensi dan stroke menjadi alasan terbesar penyakit tersebut menyerang dirinya. Karenanya ia berpesan kepada kaum muda untuk selalu mengenali kondisi tubuh sendiri.

"Amati sinyal-sinyal yang badan kasih sama kita, mereka berkomunikasi lewat rasa," tutur Vabyo.

Tak lupa pula, pola makan harus terus dikontrol. Kecintaannya terhadap masakan Padang seringkali membuatnya acuh akan risiko-risiko yang ia hadapi di masa yang akan datang.

"Sebenernya makanan dan minuman tidak bersalah, yang salah itu nafsu makanku yang seringkali tamak. Jadi perlu tahu kapan dan porsi pas sebuah jenis makanan atau minuman buat tubuh kita," ucapnya.

Karena penyakit yang diidapnya, Vabyo harus merelakan kecintaannya pada nasi padang. Meski masih bisa makan sedikit, ia harus mengucapkan selamat tinggal pada ayam bakar, gulai otak, dan rendang.

"Udah BIG NO NO. Tapi kalo kangen nasi Padang, ya lauknya cukup terong-tempe-tahu saja," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)