Rabu, 14 Agu 2019 17:29 WIB

Muncul Seruan 'Patenkan' Akar Bajakah, Siapa yang Berhak Melakukan?

Kintan Nabila - detikHealth
Ilustrasi riset obat (Foto: thinkstock) Ilustrasi riset obat (Foto: thinkstock)
Topik Hangat Bajakah Tanaman Apa?
Jakarta - Siswa SMAN 2 Palangkaraya meneliti akar bajakah sebagai obat kanker payudara dan menang dalam sebuah kompetisi internasional. Sejak itu, muncul seruan untuk mematenkan herba asli tanah Dayak tersebut.

Berkat riset itu, dua siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan 2019. Namun, apakah serta merta akar bajakah bisa dipatenkan?

Ahmad Fathoni, M.Si dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Pusat Penelitian Biologi mengatakan bahwa sebelum dipatenkan, suatu bahan obat harus memenuhi aspek aman, berkhasiat dan berkualitas. Selain itu juga harus terjaga dan terstandar.

"Sebenarnya paten itu untuk tujuan komersial karena paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi selama waktu tertentu melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya," katanya pada detikHealth. Rabu (13/8/2019).

Setelah diteliti, akar bajakah akan meningkat klasifikasinya menjadi bentuk sediaan Obat Herbal Terstandar (OHT). Setelah itu, baru bisa dipatenkan. Tahapan riset yang dibutuhkan untuk menuju ke sana bisa disimak dalam artikel berikut:



"Timbal baliknya adalah, adanya royalti atas paten tersebut jika dikomersialkan," lanjut Ahmad.

Dalam rilis resminya, LIPI mengapresiasi riset tentang akar bajakah yang dilakukan para siswa SMA N 2 Palangkaraya. Riset ini mengingatkan tingginya keragaman budaya dan warisan pengetahuan tradisional di bidang pengobatan.

"Kita patut bangga atas prestasi anak bangsa yang luar biasa sehingga dapat mengharumkan negara kita," demikian dikutip dari rilis tersebut.



Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Bajakah Tanaman Apa?