Sabtu, 17 Agu 2019 05:45 WIB

Round Up

Jenis Masih Dirahasiakan, Akar Bajakah Sudah Diobral di Lapak Online

Michelle Natasya - detikHealth
Yazid salah satu siswa SMAN 2 Palangkaraya, peneliti akar bajakah yang namanya lebih jarang disebut dibanding dua rekannya. (Foto: Michelle Natasya/detikHealth)
Topik Hangat Bajakah Tanaman Apa?
Jakarta - Semakin banyak orang yang dibuat penasaran dengan khasiat Bajakah. Memanfaatkan momentum ini, di media sosial orang berbondong-bondong menjual Bajakah yang di klaim dapat menyembuhkan kanker.

Di Facebook misalnya, Bajakah dijual dengan harga yang beragam mulai dari 100 ribu rupiah sampai 2 juta rupiah. Tapi, hati-hati bisa jadi Bajakah yang dijual di media sosial tersebut berbeda jenis dari yang diteliti 3 siswa SMAN Palangkaraya.Terkait maraknya penjualan Bajakah di media sosial, Daldin, ayah Yazid, salah satu anak yang meneliti Bajakah memberikan komentar.

"Bajakah itu kan sebenarnya akar, banyak jenisnya," kata Daldin.

"Belum tentu bener jenisnya yang dijual. Yang perlu diingat adalah dari pihak kami tidak pernah menjual. Teh Bajakah yang dibuat anak-anak juga tidak diperjualbelikan itu hanya sebatas inovasi saja tidak sampai tahap produksi," jelas Daldin saat ditemui detikHealth, Jumat (16/8/2019).

Sampai saat ini, spesifikasi jenis Bajakah yang digunakan dalam penelitian anak-anak Palangkaraya MASIH DIRAHASIAKAN.

"Yang pasti, dari pihak kami, Bajakah yang dipakai dalam riset anak-anak masih dirahasiakan," kata Kepala Sekolah SMAN 2 Palangkaraya, Mi'razulhaidi.

Mi'razulhaidi juga berharap agar masyarakat tidak sembarangan berspekulasi jenis Bajakah yang digunakan anak-anak dalam penelitiannya dan membabat habis segala jenis Bajakah di hutan.

"Kasihan hutan. Makanya pemerintah harus secepatnya juga mengambil langkah. Semoga kedepannya bisa membantu orang yang memang membutuhkan, jangan sampai orang-orang yang cari kesempatan," kata Zul.



Sebelumnya memang dikatakan bahwa adanya kekhawatiran jika jenis Bajakah yang digunakan anak-anak disebarluaskan. Pihak keluarga dan sekolah takut jika Bajakah dieksploitasi pihak-pihak untuk memperoleh keuntungan dan membahayakan hutan mereka.

"Kalau dipakai terus kan ya tetap aja akan habis dibabat orang," kata Zul.

Pihaknya baru akan membuka jenis Bajakah untuk pengembangan riset jika pemerintah memiliki tujuan untuk kemanusiaan.

"Tergantung. Kita lihat dulu tujuannya apa. Kita lihat kedepan yang penting tujuannya untuk manusia. Demi kemanusiaan. Jangan sampai disalahgunakan," kata Daldin, ayah Yazid, saat ditanya mengenai kemungkinan pihaknya membuka jenis Bajakah yang membuat banyak orang penasaran.



Simak Video "WHO Targetkan 2 Miliar Vaksin Tersedia Akhir 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Bajakah Tanaman Apa?