Kamis, 22 Agu 2019 10:28 WIB

Lagi, Paru-paru Seorang Remaja Gagal Berfungsi Gara-gara Vape

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi vape. Foto: iStock Ilustrasi vape. Foto: iStock
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Seorang remaja berusia 17 tahun di Texas, Amerika Serikat harus menghabiskan 10 hari menggunakan alat yang menopang fungsi paru-parunya. Diklaim itu disebabkan oleh rokok elektrik atau yang biasa disebut vape.

Pada awalnya, Tryston Zohfeld terbangun dari tidurnya kemudian muntah hebat pada suatu pagi di bulan lalu. Ia juga mengalami penurunan berat badan drastis yang tidak jelas penyebabnya, demam, dan mudah kelelahan.

Remaja tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengira kondisinya mirip dengan pneumonia, namun setelah melakukan CT scan ternyata negatif.

Kondisi Tryston semakin memburuk, paru-parunya gagal berfungsi secara mendadak. Remaja itu pun harus diintubasi atau dimasukkan tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru agar paru-parunya tetap berfungsi.



Seluruh tim medis mencurigai bahwa vape yang diakui Tryston telah dikonsumsinya sejak di kelas 8 diduga menjadi biang kerok gagalnya paru-paru Tryston.

"Kami tidak tahu pasti. Ada laporan literatur tentang pneumonitis hipersensitivitas akibat vaping," kata dokter yang menangani, dr Suzanne Whitworth dikutip dari DailyMail.

Setelah 10 hari diintubasi, paru-paru Tryston kembali pulih walaupun ia masih harus berjuang keras untuk bernapas dengan baik. Ia kehilangan 13 kilogram berat badan dan otot-otot kakinya melemah, Tryston juga harus belajar berjalan kembali.

"Saya benar-benar diberi kesempatan kedua, dan segera setelah saya bangun dari koma itu, saya tahu apa yang ingin saya lakukan," ungkap Tryston.

Tryston berjanji bahwa tidak akan pernah nge-vape lagi dan akan menyarankan kepada teman-temannya untuk membuang vape mereka.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia