Senin, 26 Agu 2019 07:00 WIB

Vape Dikaitkan dengan Kolapsnya Paru-paru Seratusan Remaja, Apa Isinya?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Paru-paru seratusan remaja di AS kolaps usai nge-vape (Foto: iStock) Paru-paru seratusan remaja di AS kolaps usai nge-vape (Foto: iStock)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Sekitar 149 remaja di 15 negara bagian Amerika Serikat dilaporkan mengalami penyakit paru setelah menggunakan rokok elektronik, atau lebih dikenal dengan vape. Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit (CDC) sedang menyelidiki 94 kasus penyakit paru parah yang terkait dengan vape.

Dilaporkan situs Live Science, masih belum jelas apa kaitan antara penyakit dan jenis produk yang mereka gunakan. Akan tetapi diketahui bahwa mereka menggunakan bermacam-macam isi vape, termasuk nikotin dan mariyuana, dan juga membelinya di jalanan. Apakah zat tersebut memang berbahaya bagi paru-paru?

Seorang profesor kedokteran di Universitas California, San Diego, Dr Laura Crotty Alexander mengatakan, tiga komponen utama dalam cairan isi vape adalah glikol, gliserol, dan nikotin.

"Ketika komponen tersebut dipanaskan menjadi uap, akan terbentuk bahan kimia yang berbeda. Beberapa di antaranya beracun, seperti formldehyde dan acrolein," jelas Alexander.



Selain itu, dikutip dari Eliquidinfo.org, banyak dari perasa dan zat tambahan kimia yang terkandung dalam e-liquid. Zat tersebut belum pernah diuji dan sebagian besar belum diketahui efeknya pada paru-paru.

Nikotin merupakan senyawa aktif farmakologis dari tembakau (Nicotiana tabacum) yang bersifat toksik dan sangat adiktif. Sifat tersebut sama dengan yang dimiliki heroin ataupun obat adiktif lainnya. Hal ini diperjelas dengan adanya sebuah penelitian, di tahun 2015 dalam Healthline.com menunjukkan bahwa orang yang menggunakan vape dengan nikotin, lebih cenderung menjadi ketergantungan dengan zat tersebut. Meskipun pada label vape tercantum 0 mg nikotin, tetap masih ada karena vape pada umumnya mengandung nikotin.

Selain nikotin, isi dari vape yang digunakan remaja tersebut juga mengandung mariyuana. Dikutip dari Healthline, mariyuana mungkin kurang berisiko daripada yang berisi nikotin, namun keduanya tetap bisa menimbulkan efek samping.

Namun, hingga saat ini belum bisa dipastikan nikotin ataupun mariyuana yang terkandung dalam vape menjadi penyebab dari kematian ratusan remaja di beberapa negara bagian AS. Investigasi masih terus berlangsung guna mendapatkan lebih banyak infromasi terkait kasus ini.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia