Selasa, 27 Agu 2019 14:08 WIB

Harapan Dokter pada Ibu Kota Baru Agar Jantung Warganya Sehat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Dokter harap ibu kota baru ramah pejalan kaki dan pesepeda. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menetapkan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, tepatnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan pemindahan ini, dokter jantung mengharapkan kesehatan jantung warga ibu kota baru tetap terjaga kesehatannya.

Dokter spesialis jantung dari RS Siloam Lippo Village, dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, FIHA berharap, tata ruang untuk ibu kota baru nantinya lebih ramah lingkungan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda.

"Kalau di (ibu) kota yang baru ini tolong dirancang supaya ramah bagi pejalan kaki dan naik sepeda, supaya kalau nanti dibangun seperti itu seperti di luar negeri orang nyaman untuk jalan kaki dan naik sepeda. Nggak kayak di sini (Jakarta -red) kita jalan kaki atau naik sepeda diserempet mobil entar," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di Menara Bank Mega, Jl Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).



Menurutnya, jalan kaki dan bersepeda merupakan jenis olahraga yang dianjurkan untuk mencegah berbagai macam penyakit jantung. Selain itu, kedua olahraga tersebut tidak membutuhkan biaya yang cukup besar seperti jenis olahraga lainnya.

"Sepeda mahal sih kalau beli sepeda yang mahal. Sepatu lari mahal juga kalau beli yang mahal. Tapi kan bisa beli yang murah. Saya harap bisa mengakomodir itu, ramah lingkungan," tuturnya.

Selain itu, dr Em Yunir, SpPD, Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), menyarankan hal yang sama, yakni ibu kota baru didesain untuk meningkatkan aktivitas fisik guna membiasakan pola hidup sehat. Hal ini untuk mencegah tingginya angka pravelensi diabetes di ibu kota baru.

"Desain kota harus yang mengakomodasi meningkatkan aktivitas fisik. Bagaimana mengakomodasi kesempatan orang untuk bergerak. Misalkan buat jalan untuk fasilitas pejalan kaki atau untuk bersepeda," kata dr Yunir, ditemui di Balaikota Jakarta.



Simak Video "Memasuki Usia 20-an, Seberapa Sering Harus Cek Kolesterol?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)