Jumat, 30 Agu 2019 19:11 WIB

Masih Soal Viral KKN di Desa Penari, Bisakah Manusia Melihat Hantu?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Mana manusia normalnya tidak bisa menangkap bayangan hantu (Foto: Istimewa/iStock) Mana manusia normalnya tidak bisa menangkap bayangan hantu (Foto: Istimewa/iStock)
Jakarta - Media sosial masih ramai membicarakan kisah mistis yang viral tentang KKN di Desa Penari. KKN yang dilakukan sekelompok mahasiswa tersebut penuh cerita mistis yang bikin penasaran.

Salah satu tokoh dikisahkan bisa melihat hantu atau penampakan lain sebelum masuk desa. Sensasi seperti melihat sesuatu yang belum tentu nyata, sebetulnya sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

Menurut dokter ahli bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, fenomena bisa melihat hantu atau penampakan lain secara ilmiah tidak dimungkinkan. Seseorang hanya bisa melihat hal nyata yang bisa memantulkan cahaya hingga masuk ke mata.

"Halusinasi saja itu ya yang merasa melihat hantu. Kita bisa melihat jika menerima pantulan cahaya dari benda, yang dilanjutkan ke pusat penglihatan di otak. Di situ bertindihan dengan pusat memori dan segala macam hingga akhirnya kita bisa melihat," kata dokter yang kerap disapa dr Ryu tersebut pada detikHealth, Jumat (30/8/3019).



Mereka yang merasa melihat setan atau penampakan lain, sesungguhnya pusat penglihatannya tidak bekerja. Kendati begitu pusat memorinya bekerja hingga merasa seperti melihat wujud, yang sebetulnya tidak ada dan tak terlihat. Memori berkaitan dengan segala hal yang pernah berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut dr Ryu, mekanisme ini sekaligus menjawab penyebab wujud penampakan kerap terlihat sangat lokal. Misal pocong, kuntilanak, tuyul, atau penampakan lain untuk Indonesia serta drakula, zombie, atau wujud lain untuk hantu di wilayah Eropa.

"Karena memang mereka yang hidup di Inggris atau dataran Eropa tidak pernah lihat gambar, dengar, atau baca soal hantu di Indonesia. Sama dengan orang Indonesia tidak akrab dengan hantu di Inggris," ujar dr Ryu.



Simak Video "Begini Penjelasan Dokter Soal Kedutan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)