Sabtu, 31 Agu 2019 13:10 WIB

Ada Organ Misterius, 17 Tahun Baru Ketahuan 'Hamil' Kembaran Sendiri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Perut sang remaja bengkak diduga kasus fetus in fetu. (Foto: iStock) Perut sang remaja bengkak diduga kasus fetus in fetu. (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang remaja di India merasa aneh saat ada bengkak di bagian perutnya yang semakin membesar selama lima tahun terakhir. Ia juga mengeluh terkadang merasakan nyeri di bagian tersebut dan rasa kenyang, padahal ia belum banyak makan.

Kasus yang dipublikasikan di BMJ Case Reports ini menyebutkan dari hasil pindaian pada remaja berusia 17 tahun tersebut. Ditemukan adanya sebuah gumpalan besar di perutnya yang terlihat berisi tulang-belulang.

Dilaporkan Live Science, tulang belulang ini terlihat mirip seperti bentuk tulang punggung, tulang rusuk dan tulang selangka. Selain itu ada juga beberapa gigi dan gumpalan seperti rambut.

Dokter mendiagnosisnya dengan fetus in fetu, sebuah kondisi yang terjadi hanya sekitar 1 dari 500 ribu orang di dunia. Kasus remaja ini lebih tidak biasa lagi karena terdiagnosis saat remaja, karena pada umumnya kondisi ini ditemukan saat masih bayi atau balita.

"Ditambah lagi, gumpalan ini sepertinya yang paling besar yang pernah kami lihat," tutur penulis tersebut dalam studinya.


Fetus in fetu merupakan kondisi di mana fetus atau janin berkembang abnormal di dalam kembarannya yang lebih sehat. Belum ditemukan apa penyebabnya, namun para ahli menduga bahwa ini adalah kondisi langka 'kembar parasit' di mana salah satu kembar identik terserap oleh lainnya selama masa kehamilan.

Jaringan dari kembar parasit bergantung pada sistem tubuh dari kembar 'inang' untuk tetep hidup, menurut sebuah studi tahun 2010. Namun ada juga pakar yang berpendapat bahwa fetus in fetu hanyalah sebuah teratoma atau sejenis tumor yang bisa mengandung tiga jenis sel mayor yang ditemukan pada embrio manusia di tahap-tahap awal.

Saat dokter mengangkat gumpalan ini dari perut si remaja, ukurannya nyaris dua pertiga ukuran bayi. Bahkan memiliki kulit, rambut dan jaringan lemak.

Sayangnya dokter tak bisa menyingkirkan seluruh jaringan 'kembarannya' karena terlalu melekat pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke saluran pencernaan. Jika disingkirkan, dokter khawatir bisa mengurangi aliran darah ke usus remaja tersebut.

Akan tetapi jika meninggalkan jaringan itu, ada kemungkinan nantinya bisa menjadi kanker, sehingga ia perlu memeriksakan dirinya setahun sekali. Sejauh ini usai dua tahun sejak operasi tersebut, dilaporkan remaja ini masih baik-baik saja.

"Aku sangat khawatir soal bengkak di perutku. Setelah operasi aku merasa sangat lebih baik.. dan orang tuaku juga sangat senang," kata remaja ini di dalam studi tersebut.



Simak Video "Teman Bumil Rilis Buku soal Kehamilan dan Parenting Tanpa Galau"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)