Kamis, 05 Sep 2019 16:12 WIB

Salah Diagnosis, Disangka Sembelit Tak Tahunya Kanker Langka yang Mematikan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Gara-gara salah diagnosis, seorang bocah meninggal karena kanker langka (Foto: thinkstock) Gara-gara salah diagnosis, seorang bocah meninggal karena kanker langka (Foto: thinkstock)
Jakarta - Gara-gara salah diagnosis, seorang anak berusia tiga tahun meninggal dalam pelukan ibunya. Anak perempuan bernama Aoife Flanagan-Gibb mengalami kanker jenis langka, yang didiagnosis dokter sebagai konstipasi. Sebelumnya, buah hati Eilish Flanagan tersebut bolak-balik 11 kali ke dokter dalam 3 minggu sebelum tewas pada 7 Juli 2019.

Aoife meninggal dalam waktu 5 hari setelah menerima diagnosis soal penyakitnya pada minggu awal Juli 2019. Dia mengalami penyakit langka yang disebut germ cell cancer. Germ cell adalah sel yang berkembang menjadi sperma atau sel telur bergantung pada kondisi tiap orang. Kanker germ cell umumnya tumbuh di rahim atau testis tempat sel tersebut biasa ditemukan.

"Saat itu, Aoife saya peluk karena seperti ada yang salah dengan dia. Saya benar-benar kaget karena dia seperti kena serangan jantung. Dia meninggal dalam pelukan saya. Setelah dia meninggal dan kami keluar dari rumah sakit, saya tahu ada yang harus dilakukan terkait penyakit ini dan anak-anak lain yang mungkin mengalami penyakit yang sama," kata Eilish pada EssexLive dikutip dari Mirror.



Eilish mengenang Aoife sebagai anak yang sehat, ceria, dan seperti tidak pernah kehabisan engergi. Namun kondisi tersebut berubah pada awal Juni 2019, saat Aoife mulai merasa sakit di bagian perut. Dokter umum yang pertama memeriksa Aoife kemudian merujuknya ke Great Ormond Street Hospital (GOSH). Di tempat inilah Eilish menerima diagnosa kanker yang dialami putrinya, beberapa hari setelah dikatakan mengalami konstipasi.

"Saya tidak marah atau menyalahkan, namun diagnosa seharusnya bisa lebih cepat. Menurut dokter di GOSH, kanker ini sebetulnya responsif dengan kemoterapi namun saat penyakitnya diketahui sudah sangat terlambat. Aoife sempat takut karena dia menjadi sangat kurus, tapi dia sangat berani menghadapi kanker dengan seluruh energi yang masih dimilikinya," kata Eilish.

Kanker germ cell yang dialami Aoife tergolong unik, karena tidak tumbuh di rahim atau testis. Kanker tumbuh di liver yang kemudian mengganggu kerja sistem pencernaan. Kanker ini ternyata bisa tumbuh di mana saja saat bayi berada dalam kandungan, sesuai lokasi germ cell. Children's Cancer and Leukaemia Group (CCLG) melaporkan sekitar 45 anak di Inggris tiap tahunnya mengalami kanker germ cell.

Eilish tak ingin kasus serupa Aoife terjadi pada anak lain. Karena itu, dia mendirikan Aoife's Bubbles yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan membantu pasien serta keluarganya menghadapi penyakit tersebut. Eilish juga menyumbangkan organ Aoife untuk riset dan pengetahuan lebih lanjut soal germ cell.



Simak Video "Ini Kendala Menangani Pasien Rare Disease di Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)