Jumat, 06 Sep 2019 09:30 WIB

Minuman Bersoda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Bahkan Meski Tanpa Kalori

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minuman bersoda meningkatkan risiko mati muda (Foto: istock) Minuman bersoda meningkatkan risiko mati muda (Foto: istock)
Jakarta - Sebuah studi menunjukkan, terlalu banyak mengkonsumsi minuman ringan bersoda, bahkan yang rendah kalori sekalipun dapat meningkatkan risiko kematian dini. Berdasarkan data yang didapatkan, hampir setengah juta orang di Eropa yang mengalaminya. Dalam penelitian tersebut, orang yang mengkonsumsi dua gelas soda (normal maupun rendah kalori) memiliki 17 persen kemungkinan meninggal lebih tinggi dibandingkan yang mengkonsumsi kurang dari satu gelas per bulannya.

Di rangkum dari Livescience, ini ditemukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kematian dini dari kebiasaan buruk manusia, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, asupan kalori, serta mengkonsumsi buah, sayur, dan daging olahan. Tetapi, penelitian ini hanya menemukan hubungan dan tidak dapat membuktikan bahwa mengkonsumsi soda menyebabkan kematian dini.



Sekelompok peneliti yang berbeda juga menerbitkan jurnal Circulation yang menemukan hubungan antara mengkonsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko kematian dini pada pria maupun wanita di AS. Dalam studi ini juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman soda rendah kalori dalam jumlah besar berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini pada wanita.

Orang yang sering mengkonsumsi soda rendah kalori sangat berpotensi meninggal akibat penyakit jantung atau kardiovaskular. Sementara orang yang sering mengkonsumsi soda yang manis lebih cenderung meninggal akibat penyakit pencernaan, seperti divertikulitis atau penyakit hati.

Namun, hingga saat ini, masih belum jelas kaitan antara mengkonsumsi soda rendah kalori dengan penyakit kardiovaskular. Bisa jadi, minuman soda ini yang menyebabkan kondisi orang dengan penyakit kardiovaskular semakin memburuk. Hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan antara keduanya agar lebih akurat.



Simak Video "Ternyata Ini Jumlah Kalori dalam Segelas Cheese Tea!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)