Rabu, 11 Sep 2019 08:00 WIB

Hari Pencegahan Bunuh Diri, Pelayanan Kesehatan Jiwa Belum Terakses

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pelayanan kesehatan jiwa belum terakses seluruhnya di masyarakat. Foto ilustrasi: Thinkstock Pelayanan kesehatan jiwa belum terakses seluruhnya di masyarakat. Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, pelayanan kesehatan jiwa menjadi sorotan. Pelayanan ini ternyata belum terakses seluruh masyarakat.

"Layanan kesehatan jiwa masuk dalam 144 diagnosa dasar yang dilayani puskesmas. Tapi layanan ini belum terakses, maksudnya ada persepsi yang berbeda di masyarakat terkait fasilitas kesehatan," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono, Selasa (10/9/2019).


Menurut Anung, masyarakat masih menggunakan persepsi dari sakit ke sehat bila mengunjungi fasilitas kesehatan. Persepsi belum memandang faskes sebagai usaha preventif supaya makin sehat, termasuk pencegahan bunuh diri.

Selain persepsi masyarakat, Anung juga menekankan pentingnya layanan kesehatan jiwa berbaur dengan masyarakat. Layanan umumnya selesai bila bertemu warga bukan dengan menunggu di fasilitas kesehatan.

Faskes tentunya bisa menambah layanan sesuai kebutuhan warganya. Anung mencontohkan DI Yogyakarta yang mulai memperkerjakan psikolog di puskesmas. Psikolog selanjutnya berbaur dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi emosi warga dan lingkungannya.



Simak Video "Kampanye Positif Tingkatkan Kepedulian dan Pemahaman Soal Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)