Sabtu, 14 Sep 2019 05:45 WIB

Round Up

Glaukoma dan Penutup Mata Thareq Habibie yang Bikin Penasaran

Rosmha Widiyani - detikHealth
Thareq Habibie dengan tutup matanya (Foto: Antara Foto) Thareq Habibie dengan tutup matanya (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Sosok putra almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie, menarik perhatian publik saat mengumumkan kepergian ayahnya. Thareq tak pernah lepas dari penutup mata yang melekat di sebelah kanan.

Namun di balik penampilannya tersebut, Thareq ternyata mengalami gangguan penglihatan. Hal ini ditegaskan kakak Thareq, Ilham Habibie, yang menyatakan adiknya terkena glaukoma.

"Oh dia kena glaukoma karena dia dulu pernah ada sakit gula. Glaukoma adalah ya buta," kata Ilham, ditemui di TMP Kalibata, Jumat (13/9/2019).



Dikutip dari beberapa sumber, glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Kerusakan tersebut diakibatkan adanya tekanan di dalam bola mata yang sangat tinggi karena berbagai sebab. Karena yang rusak adalah saraf, maka kebutaan pasien glaukoma bersifat permanen.

Dokter ahli mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Dr dr Virna Dwi Oktariana, SpM (K) mengatakan, glaukoma memiliki gejala umum yaitu mata pegal. Gejala ini kadang tidak dirasakan pasien.

"Mata pegal adalah gejala glaukoma yang sangat subtle. Gejala ini terjadi akibat peningkatan tekanan dalam bola mata hingga lebih dari 10-20 mmHg," ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain mata pegal, gejala yang kerap terjadi pada pasien glaukoma adalah rasa pusing yang sangat hebat. Rasa pusing ini kerap disertai penglihatan yang tidak jelas, serta muat dan muntah. Pusing hebat biasanya ditemui pada pasien glaukoma komplikasi, yang awalnya mengalami diabetes atau hipertensi dan berefek pada kesehatan organ penglihatan.



Menurut dr Pinto Pulungan dari Rumah Sakit Mata, Sumatera Eye Center (SMEC), penanganan medis untuk glaukoma bisa dilakukan dengan cara diberikan obat-obat untuk menurunkan tekanan bola mata hingga bisa kembali normal. Bila tidak tercapai angka normal, bisa dilakukan operasi.

"Bisa lakukan tindakan dengan sinar laser, operasi, yang sesuai kebutuhan untuk mencapai angka normal tadi. Makin normal dia, kebutaannya makin lama. Karena dia kan tidak akan mungkin sembuh. Kita lakukan penurunan tekanan untuk memperpanjang penglihatan dia," pungkasnya.



Kabar Thareq mengalami glaukoma, sekaligus membantah isu viral yang menyatakan dia menerima transplantasi kornea dari sang ayah. Thareq memakai penutup mata akibat masalah glaukoma yang diidap karena sakit gula, bukan karena operasi transplantasi.

"Oh tidak. Itu tidak benar. Karena itu tidak bisa diselamatkan donor mata. Itu bukan kornea itu masalah di belakang di retina," lanjutnya.

Dihubungi secara terpisah ahli kesehatan mata dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere menjelaskan bahwa glaukoma adalah kondisi kerusakan saraf biasanya karena tekanan tinggi bola mata. Ini berarti transplantasi kornea sama sekali tidak bisa memperbaiki penglihatan seorang pasien bila saraf sudah terlanjur rusak.

"Anggap mati lampu. Kalau lampu rusak tapi listrik masih bagus, diganti bola atau korneanya ya bisa. Tapi kalau dari saraf atau listriknya rusak, ganti kornea atau lampu nggak ada gunanya," pungkas dr Zeiras.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)