Sabtu, 14 Sep 2019 12:17 WIB

Bedanya Simpati dan Empati Saat Hadapi Modus Penipuan Cerita Sedih Driver Ojol

Widiya Wiyanti - detikHealth
Simpati dan empati dua hal yang berbeda. Foto: iStock Simpati dan empati dua hal yang berbeda. Foto: iStock
Topik Hangat Tertipu Cerita Sedih
Jakarta - Modus driver ojol yang bercerita kisah sedih yang tak tahunya merupakan penipuan viral di media sosial. Modus ini pun sudah memakan beberapa korban, meskipun uang yang diberikan sebagai tip tidak seberapa besar.

Menanggapi hal ini, psikolog dari Universitas Indonesia Firman Ramdhani mengatakan bahwa para korban bukan merasa empati, melainkan simpati. Firman menekankan bahwa kedua hal ini harus dibedakan.

"Itu bukan empati, tapi rasa kasian atau simpati saja," ujarnya kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).

"Empati itu kita benar-benar paham dari sudut pandang dia. Kita memahami kenapa dia bisa berpikir gitu, muncul emosi itu, berperilaku itu, karena kita tau betul kondisi dia. Kalau empati secara personali kita tau dia orang seperti apa, dan kita bantu. Bantu kan nggak mesti pakai duit," jelas Firman.



Simpati kebalikan dari empati, seseorang tidak harus memahami lebih dalam soal kesulitan orang lain. Yang muncul saat simpati adalah rasa kasihan dengan membayangkan bagaimana rasanya apabila berada di posisi orang yang kesusahan.

Menurut pandangan psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi, sangat memungkinkan seseorang menipu dengan memanfaatkan simpati orang lain untuk mendapatkan hal yang mereka inginkan. Bukan tak mungkin ada oknum yang hanya mengandalkan iba untuk meraup keuntungan, baik moril maupun materiil.

"Ketika orang bersimpati ataupun iba, hati mereka tersentuh atau tergerak untuk membantu orang yang membuat iba tersebut, seperti bersedia memberikan uang, atau membeli, atau ikut vote, dan sebagainya," katanya.



Simak Video "Pentingnya Pelatihan P3K Bagi Pengemudi Ojek Online"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
Topik Hangat Tertipu Cerita Sedih