Senin, 16 Sep 2019 16:55 WIB

Soal Masker Dilapisi Pantyliner, Tidak Menyesatkan Tapi Buat Apa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penggunaan pantyliner untuk melapisi masker viral. (Foto ilustrasi: iStock) Penggunaan pantyliner untuk melapisi masker viral. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Penggunaan pantyliner untuk melapisi masker yang dibagikan oleh pengguna Twitter @khairul_hafidz menyita perhatian netizen. Dirinya mengimbau masyarakat agar tak percaya dengan info bahwa menggunakan masker nyeleneh tersebut ampuh tangkal polusi udara.

Menurut spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, belum ada penelitian secara medis yang menunjukkan pemakaian masker selain jenis N95 mampu menangkal masuknya partikel yang disebabkan oleh polusi udara. Meski banyak yang mengklaim fungsinya sebagai masker kesehatan, masker pantyliner dinilai tetap tak mampu menghalau penyakit yang disebabkan oleh polusi.

"Dia diciptakan bukan untuk jadi masker. Nah jadi kalau digunakan dengan alih fungsi seperti itu, saya tidak bilang menyesatkan tapi belum ada bukti secara medis itu efektif. Buat apa?" tuturnya saat dihubungi detikcom, Senin (16/9/2019).


Memang penggunaan masker jenis N95 masih jarang di masyarakat karena mereka lebih memilih menggunakan masker bedah atau masker 'ojol'. Karena sifatnya yang mampu menangkal partikel polusi, rasa sesak akan terasa jika menggukanan masker N95 yang membuat banyak orang tak kuat memakainya.

Selain itu, bisa jadi harganya yang kelewat mahal membuat orang lebih memilih masker ojol dilapisi pantyliner daripada memakai masker N95.

"Itu kan harganya ada ya, mahal memang. Kadang juga pasien kalau berbicara dia buka masker. Jadi selain maskernya harus efektif, cara pakainya juga harus benar dan disiplin," katanya mengakhiri percakapan.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)