Senin, 16 Sep 2019 18:22 WIB

Bukan Masker Pantyliner, Ini Saran Dokter Bagi yang Terpapar Kabut Asap

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Masker polusi N95 yang disarankan dokter. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Masker polusi N95 yang disarankan dokter. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Melindungi diri dari paparan polusi akibat kabut asap biasanya dilakukan dengan menggunakan masker. Para ahli telah menyebut penggunaan masker jenis N95 paling ampuh untuk mencegah partikel polutan terhirup meski masih banyak yang mengandalkan masker bedah biasa.

Bahkan saat ini viral soal melapisi masker dengan pantyliner untuk menggandakan kemampuannya menangkal polusi yang kelewat berbahaya. Spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego, SpP, mengatakan meski mungkin tak berbahaya, penggunaan masker pantyliner dirasa tak perlu. Untuk menghindari paparan polusi lebih disarankan tidak beraktivitas di luar ruangan.

"Memang betul, hindari keluar rumah lebih baik. Pakai masker semoga membantu, meski saya tidak bisa mengatakan akan berhasil menangkal," paparnya kepada detikcom, Senin (16/9/2019).


dr Frans menambahkan melihat kepekatan yang sudah ada di Riau dan sekitarnya, khususnya yang sudah terjadi beberapa hari ini, kualitas udara sudah sangat buruk di luar dan bisa saja di dalam rumah juga demikian. Karenanya usahakan terus memakai masker.

"Belakangan ini, outdoor sama indoor sama saja. Jadi pakai terus," tambahnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh dr Rezki Tantular, SpP, dari RSUD Saiful Anwar Malang. Menurut dr Rezki daripada memakai masker pantyliner yang belum terbukti lebih baik pakai masker N95.

"Pantyliner bukan untuk penyaring udara, yang disarankan adalah jenis masker N95. Namun pemakaian N95 harus sesuai juga. Kalau tidak pas ya fungsinya engga optimal, kalau pas bisa menyaring hingga 95 persen partikel halus," pungkas dr Rezki.



Simak Video "Penjelasan Dokter Soal Viral Masker Pantyliner untuk Lawan Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)