Kamis, 19 Sep 2019 11:44 WIB

Gigitan Nyamuk Tularkan Virus Langka EEE, Pria Ini Mati Otak 9 Hari Kemudian

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tak disangka gigitan nyamuk tularkan virus langka EEE (Foto: iStock) Tak disangka gigitan nyamuk tularkan virus langka EEE (Foto: iStock)
Jakarta - Seorang pria di Michigan, Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia karena penyakit yang ditularkan gigitan nyamuk. Hanya dalam jarak waktu sembilan hari, Gregg McChesney (64) mengalami mati otak, padahal sebelumnya ia adalah pria yang sehat dan bugar.

"Akhir bulan Juli, dia ada di kebun sedang membantuku. Dia sangat sehat, bahagia, dan hanya dalam waktu sembilan hari dari sehat dan bugar jadi mati otak," tutur sang kakak, Mark, dikutip dari Fox News.



Mark menceritakan Gregg sempat mengalami kejang dan lalu dibawa ke UGD. Sayangnya, beberapa hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.

Penyakit tersebut adalah Eastern equine encephalitis (EEE) dan menjadi penyakit paling berbahaya yang disebabkan gigitan nyamuk. Di AS, beberapa negara bagian sedang mengalami wabah penyakit ini dan fatal.

Gejala penyakit EEE meliputi demam mendadak, menggigil, nyeri sendi, yang kemudian bisa berubah menjadi peradangan otak yang parah, yang berujung sakit kepala, disorientasi, tremor, kejang, dan lumpuh.

Dalam beberapa kasus, EEE bisa menyebabkan kerusakan otak, koma, dan bahkan kematian. Kementerian Kesehatan dan pihak berwajib sedang berusaha mencegah penyakit ini semakin menyebar.



Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)