Kamis, 19 Sep 2019 16:01 WIB

Sama-sama Ada Risikonya: Lebih Sehat Mana, Kol Goreng Vs Kol Mentah?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kol goreng dan kol mentah, keduanya punya risiko kesehatan. (Foto: Istimewa) Kol goreng dan kol mentah, keduanya punya risiko kesehatan. (Foto: Istimewa)
Jakarta - 'Pak tambah kol goreng ya!' Ucapan ini kerap kali kita sampaikan ketika makan ayam lalapan khas pedagang kaki lima. Seperti kurang afdol kalau tak mencicipi rasa minyak dari kol goreng yang dicocol dengan sambal ditambah nasi.

Telah banyak ahli yang menyebut konsumsi gorengan secara berlebihan bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit. "Kalau kita masak kol goreng, pemasakannya minyaknya lebih dari 100 derajat untuk goreng, bisa 180 derajat sehingga pasti sangat tinggi dibandingkan merebus atau mengukus," kata ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, kepada media, Kamis (19/9/2019).

Lemak dalam minyak yang terlalu panas bisa berubah bentuk menjadi lemak trans. Lemak trans dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit misal penyakit jantung koroner.


Untuk menghindari lemak jahat yang terkandung pada kol goreng, banyak juga yang memilih untuk mengonsumsi kol secara mentah. Biasanya disajikan dengan lalapan lain seperti timun dan kemangi. Hanya saja, seperti kol goreng, makan kol mentah pun punya risikonya tersendiri.

"Memang mantain gizinya 100 persen, masih lengkap semua. Tapi bahayanya adalah kontaminasi pestisida, mikroba, masih tinggi. Cacing-cacingnya bisa jadi masih berkembang biak apalagi kalau hanya dicuci pakai air kobokan," jelasnya.

Kecuali sayuran sudah dicuci dengan baik, Prof Ali menyebut jangan sekali-kali mencoba makan sayuran yang belum terjamin kebersihannya. Mencuci sayuran harus di air mengalir untuk menghilangkan sisa racun, bakteri, dan pestisida.

"Kalau itu tidak dilakukan, jangan coba-coba makan yang mentah. Itu kan aspek dari food safety. kalau itu bisa diatasi ya silahkan saja," ujarnya mengakhiri percakapan.

Jadi, pilih kol goreng atau kol mentah nih? Tuliskan pendapat di komentar ya.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)