Minggu, 22 Sep 2019 12:57 WIB

4 Fakta Ranitidin, Obat Asam Lambung yang Tercemar NDMA

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ranitidin merupakan salah satu obat asam lambung yang cukup populer (Foto: thinkstock) Ranitidin merupakan salah satu obat asam lambung yang cukup populer (Foto: thinkstock)
Jakarta - Buat yang mengalami asam lambung, biasanya tak asing dengan zat aktif ranitidin. Produk obatnya tersedia dalam bentuk generik dan komersil di pasaran umum.

Dalam informasi awal yang ditujukan bagi tenaga kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan temuan cemaran n-Nitrosodimethylamine (NDMA) dalam jumlah kecil. Hasil ini ditemukan badan pengawas obat dan makanan Amerika FDA dan Eropa EMA.

"Jika efek konsumsi ranitidin berbahaya, produknya pasti ditarik dari pasaran. Karena belum ditarik, maka konsumsi ranitidin masih aman. Namun sebaiknya konsultasi dulu pada dokter," kata dokter ahli pencernaan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG, menanggapi informasi awal BPOM.



Berikut 4 hal yang perlu diketahui seputar ranitidin.

1. Mudah ditemui

Menurut dr Ari, ranitidin adalah obat asam lambung yang relatif mudah ditemui masyarakat umum. Apalagi di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yang paling dekat dengan masyarakat.

"Ranitidin masih banyak digunakan di puskesmas, praktik dokter umum, dan klinik pratama. Untuk faskes lanjutan biasanya sudah pakai omeprazole, namun keduanya baik dan aman digunakan untuk mengatasi asam lambung," kata dr Ari.

2. Cara kerja

Ranitidin adalah obat antagonis reseptor H2 sama seperti famotidine, simetidine, dan nizatidine. H2 adalah senyawa histamin 2 yang berperan merangsang dan melepaskan zat asam pada lambung.

"Secara klinis ranitidin menurunkan produksi asam lambung yang berlebihan. Sehingga rasa tidak nyaman yang muncul atau berbagai risiko akibat kelebihan asam lambung bisa dicegah," kata dr Ari.

3. Cara pakai

Sediaan ranitidin adalah dalam bentuk tablet, sirup, dan injeksi. Ranitidin dikonsumsi sebelum makan, dengan dosis dan kandungan zat aktif sesuai saran dokter. Tablet dan sirup bisa dikonsumsi langsung, sedangkan injeksi dengan disuntikkan ke dalam tubuh.

4. Efek samping

Sama seperti obat lain, ranitidin yang dikonsumsi tanpa resep dokter menganggu fungsi organ lain. Salah satunya kerja hati dalam menyaring racun dan detak jantung tidak teratur, yang bisa dicegah dengan konsumsi sesuai resep dan menerapkan pola hidup sehat.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)