Selasa, 24 Sep 2019 12:15 WIB

Singapura Setop 8 Obat Asam Lambung Tercemar NDMA, BPOM RI Masih Mengkaji

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Cemaran NDMA dalam obat asam lambung ranitidin tengah jadi perbincangan (Foto: iStock) Cemaran NDMA dalam obat asam lambung ranitidin tengah jadi perbincangan (Foto: iStock)
Jakarta - Health Sciences Authority's (HSA) di Singapura telah menghentikan penjualan delapan merek obat asam lambung ranitidin terkait kontaminasi pengotor N-nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker. Dikutip dari The Straits Times, produk-produk tersebut mencakup Aciloc, Apo-Ranitidine, Hyzan, Neoceptin, Vesyca (berlapis film), Xanidine, Zantac (injeksi, sirup, dan tablet) dan Zynol-150.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (ONPPZA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dra Rita Endang, Apt, M Kes. Rita mengatakan, pihaknya belum berencana untuk menarik atau recall produk ranitidin yang terkait dengan cemaran NDMA. Masalah tersebut masih harus dikaji lebih dalam lagi.

"Karena ini obat keras, BPOM telah memberikan informasi awal kepada profesional kesehatan," jelas Rita saat dihubungi detikcom, Selasa (24/9/2019).
Karena ini obat keras, BPOM telah memberikan informasi awal kepada profesional kesehatan.dra Rita Endang, Apt, M Kes - BPOM RI



"Selain itu, kami juga belum ada rencana untuk melakukan penarikan. BPOM masih melakukan kajian, melakukan sampling dan pengujian untuk terkait bahan aktif terkait dengan adanya NDMA di produk ranitidin ini," lanjutnya.

Dalam edarannya, BPOM mengimbau profesional kesehatan untuk mengutamakan kehati-hatian ketika meresepkan obat asam lambung ranitidin. Hingga saat ini tidak ada anjuran untuk menghentikan pengobatan.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)