Rabu, 25 Sep 2019 17:46 WIB

Tiga Langkah Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata

Firdaus Anwar - detikHealth
Suasana di Flyover Slipi imbas demo ricuh pelajar, Rabu sore. (Foto: Bil/detikcom)
Jakarta - Demo penolakan terhadap RUU KUHP di sekitar gedung DPR masih berlanjut hingga Rabu (25/9/2019) sore. Massa yang sebagian besar berasal dari siswa SMA atau SMK/STM itu beraksi anarkis hingga akhirnya polisi menggunakan gas air mata.

Terkait hal tersebut, efek gas air mata yang luas tak hanya bisa mempengaruhi pendemo tetapi juga warga sekitar. Gas air mata mengandung sejumlah senyawa kimia yang bekerja mengiritasi saluran mukosa dalam tubuh sehingga memicu air mata dan rasa perih.

Kalau kamu termasuk yang tidak sengaja terpapar gas air mata, langkah-langkah berikut bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama:


1. Jauhi lokasi

Secepat mungkin dan setenang yang kamu bisa, jauhi area yang terkena gas air mata. Udara segar akan membantu mengeluarkan gas air mata dan mencegahnya agar tidak kembali ke mulut atau ke mata.

2. Bilas air

Bilas mata dengan air dingin atau air saline. Saat memembilas mata, lakukan dari dalam ke luar, jangan biarkan air yang terkontaminasi mengalir ke kulit atau pakaian.

dr Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia menjelaskan proses ini dapat membantu mengencerkan komposisi atau konsentrasi zat tertentu. Mencuci mata akan membuat zat aktifnya jadi luruh sehingga zat aktifnya tidak berkumpul dan menimbulkan iritasi.

"Kalau memang pedih, jangan digaruk. Cuci saja pakai air mengalir yang bersih. Jangan pakai sabun, susu, segala macam. Kalau ke mata paling baik air mengalir saja," pungkasnya.

3. Segera mandi

Bilas pakaian dan tubuh dengan air dingin, jangan gunakan air panas. Menggunakan air panas akan membuka pori-pori dan memungkinkan bahan kimia meresap lebih jauh, yang mengakibatkan iritasi kulit lebih parah. Namun jangan berendam karena air yang ada tentu telah terkontaminasi dengan bahan kimia yang lepas dari badan.

Proses netralisir efek dari paparan gas air mata bersifat sementara. Perlu dipahami efek gas di tempat kejadian dapat bertahan lama jika tidak dinetralkan dengan benar. Karena itu, jangan ragu untuk segera mengunjungi ahli atau dokter apabila mengalami keluhan yang tak kunjung berhenti.



Simak Video "Masih soal Seputar Kontroversi Vaksin Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)