Rabu, 25 Sep 2019 19:48 WIB

Viral Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Perih, Ahli Kimia Ungkap Faktanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Gas air mata kadaluwarsa lebih perih, benarkah? Foto: Bil/detikcom
Topik Hangat Terkepung Gas Air Mata
Jakarta - Di media sosial viral foto selongsong gas air mata yang diduga digunakan untuk membubarkan demo ricuh. Disebut kalau gas tersebut sudah kedaluwarsa sehingga sangat terasa perih.

"Pantesan perih bet, wong gas air matanya aja udah kadaluarsa," tulis keterangan dalam foto tersebut.

Menanggapi hal tersebut Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono menjelaskan bahwa kemungkinan yang terjadi sebaliknya. Kandungan kimia yang ada di gas air mata bila memang sudah kedaluwarsa bisa mengalami oksidasi mengurangi efektivitasnya.


"Sebenarnya kalau bahan kimia itu kedaluwarsa dari struktur kimianya mungkin mengalami proses oksidasi. Artinya efek terhadap dia bereaksi efektivitasnya menurun," kata Agus pada detikcom, Rabu (25/9/2019).

"Jadi malah bukan tambah pedes ya. Karena reaksi terhadap mata jadi lebih tidak sensitif lagi," lanjutnya.

Dijelaskan oleh Agus bahwa gas air mata sebetulnya ada beberapa jenis namun yang paling umum digunakan biasanya mengandung zat kimia 2-chlorobenzalmalonitrile atau disebut juga CS. Senyawa tersebut berbentuk serbuk putih yang akan berubah jadi gas ketika tercampur oleh zat pelarut.

Ahli kesehatan mata dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) berkomentar bahwa rasa perih terpapar gas air mata ini subjektif. Tiap orang mungkin bisa merasakan derajat rasa perih berbeda-beda tidak berhubungan dengan tanggal kedaluwarsa.

"Terasa lebih perih itu subjektif, sih. Gas air mata memang menyebabkan efek perih di mata, makanya disebut gas air mata," kata dr Zeiras.

Soal tudingan memakai gas air mata kedaluwarsa, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono telah menyampaikan bantahan. Menurutnya, logistik yang digunakan sudah sesuai SOP (Standard Operational Procedure).

"Polisi gunakan gas air mata yang masih standar (bukan kadaluwarsa)," tegasnya.



Simak Video "Demo Berpotensi Jadi Klaster Corona, IDI Minta Pemerintah Antisipasi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
Topik Hangat Terkepung Gas Air Mata