Sabtu, 28 Sep 2019 15:33 WIB

Dokter Sebut Pasal Santet di RUU KUHP Bisa Bikin Masyarakat Saling Tuduh

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi ilmu hitam atau santet. Foto: iStock Ilustrasi ilmu hitam atau santet. Foto: iStock
Jakarta - Salah satu pasal yang disoroti dalam RUU KUHP adalah pasal santet yang memuat tentang pendeklarasian diri sebagai dukun santet atau ilmu gaib. Dalam beberapa penjelasan, pasal santet dimaksudkan untuk menjerat orang yang menawarkan jasa melakukan praktik ilmu hitam untuk mencari keuntungan.

Lalu, bagaimana dengan keterkaitannya dengan ilmu kedokteran? Praktisi kesehatan sekaligus Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, menyebut tidak ada istilah santet dalam medis, meski memang ada pertanyaan bagaimana benda-benda aneh bisa masuk ke dalam tubuh pasien.

"Saya nggak bisa bilang pro atau kontra (RUU KUHP-red) karena itu di luar bidang keilmuan saya. Kalau mau diundang-undangkan, barang ini (santet) tuh susah dibuktikan misalnya ada paku di dalam tubuh dan jika dipastikan paku itu tidak ada yang memasukkan maka dibilang 'kiriman' dari orang. Kan itu tidak bisa dibuktikan siapa yang ngirimnya, bagaimana cara ngirimnya," katanya saat dihubungi detikcom, Jumat (27/9/2019).


Ketika dokter menemukan seseorang memiliki benjolan di tubuhnya yang dicurigai tumor, pasien tidak bisa mengaitkan dengan hal-hal berbau mistis seperti santet. Sebab tumor memiliki indikasi medis yang harus ditangani secara komprehensif.

"Jadi menurut saya akan banyak masalah yang timbul kalau kita menetapkan tuduhan seperti tadi. Misal dia muntah darah kiranya 'dikerjain orang' nah ternyata pada saat kita teropong memang ada penyebab muntah darah tersebut. Ada luka misalnya," tambahnya.

Contoh lain misalnya seorang pasien mengeluhkan nyeri perut saat ke dokter dan tidak ditemukan penyebab pasti, pasien tidak bisa langsung mengatakan hal tersebut disebabkan oleh santet karena ada nyeri perut yang sifatnya irritable bowel syndrom, suatu keadaan yang karena faktor stres dia akan nyeri perut berulang walaupun secara endoskopi tidak ditemukan penyebab.

"Tapi kalau dilegalkan (RUU), bisa jadi akan dicari orang yang berbuat santet tersebut padahal itu bisa saja sebenarnya bukan. takutnya nanti main tuduh-tuduh aja," pungkasnya.



Simak Video "Cara Jaga Kesehatan Mata saat Gunakan Gadget"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)