Sabtu, 28 Sep 2019 20:00 WIB

Ketindihan: Dahulu Dianggap Mistis, Sekarang Istilahnya 'Sleep Paralysis'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi ketindihan. Foto: thinkstock Ilustrasi ketindihan. Foto: thinkstock
Jakarta - Ketindihan adalah sebutan awam untuk kondisi terjaga tetapi tidak bisa bergerak saat terbaring di tempat tidur. Dalam beberapa dekade, ketindihan kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis seperti ditindih jin atau setan.

Sebutan medis untuk ketindihan adalah sleep paralysis yang terjadi ketika bagian otak terjaga namun bagian tubuh lainnya masih tertidur. Spesialis tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPGST, menyebut sleep paralysis kerap terjadi saat seseorang kurang tidur.

"Yang sering adalah badan dibuat tidak bergerak sehingga setengah sadar setengah mimpi, badannya 'lumpuh'," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini ketindihan masih terasa sangat menakutkan dan memicu panik sebab tak hanya membuat tubuh tidak bisa bergerak tetapi juga terasa sulit bernapas atau tersedak. Seakan-akan ada yang menahan dada dan banyak yang mengatakan seperti ada 'setan' yang duduk di situ.



Lebih menyeramkan lagi karena adanya perasaan sulit bangun, bergerak, bernapas, atau berbicara, dan seakan merasa sulit 'kabur' atau terbangun. Beberapa orang menyebut fokus menggerakkan jemari atau mencoba berteriak dapat membebaskan mereka.

Saat ketindihan, banyak orang yang merasa berhalusinasi. Seakan ada orang di dalam kamar, di depan pintu, di atas lemari, dan seluruh ruangan. Jadi jika tak ingin mengalami ketindihan, usahakan tidur cukup.

"Tidur mimpinya rebound sehingga bisa terjadi setengah sadar, setengah tidur. Misal 5 hari kurang tidur, hari ke-6 itu dia bisa mengalami setengah sadar setengah mimpi, sehingga akibtanya dia jadi halusinasi misalnya lihat 'sosok' di dalam kamar, di tempat tidurnya. Biasanya kan kalau kita lihat yang serem," pungkasnya.



Simak Video "Ragam Jasa 'Permak' Mr P Selain Mak Erot"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)