Jumat, 04 Okt 2019 20:32 WIB

Jurus Sehat Rasulullah, Thibbun Nabawi Millenial ala dr Zaidul Akbar

Rosmha Widiyani - detikHealth
dr Zaidul Akbar. Foto: detikHealth dr Zaidul Akbar. Foto: detikHealth
Jakarta - Nama dr Zaidul Akbar mungkin tidak asing bagi pengguna aktif media sosial. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) ini populer dengan Jurus Sehat Rasulullah (JSR), yang intinya ada pada penerapan pola hidup sehat.

"Bagi yang sering mendengar atau membaca mungkin tahu tentang thibbun nabawi. Nah, JSR ini adalah thibbun nabawi yang namanya diganti supaya tidak terlalu umum. Bahasanya juga diganti dengan yang sedikit bergaya millenial. Intinya adalah menjadikan agama sebagai tuntutan kesehatan dan kehidupan," kata dr Zaidul ditemui di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi.


Menurut dr Zaidul, penerapan JSR tidak sulit dan murah alias low budget. Siapa saja bisa menerapkan JSR selama memang berkomitmen hidup sehat untuk memperbaiki ketaatannya pada Tuhan Yang Maha Esa. Berikut 3 poin utama JSR.

1. Halal dan thayyib

Menurut dr Zaidul, prinsip halal sebetulnya tidak cukup untuk memilih makanan yang sebaiknya dikonsumsi. Prinsip thayyib atau tidak berdampak buruk pada badan juga harus diterapkan sebelum mengkonsumsi hidangan. Prinsip lainnya adalah tidak berlebihan alias secukupnya yang standarnya berbeda pada tiap orang.

"Thayyib adalah tidak zalim pada badan. Mie instan dan fast food halal tapi nggak thayyib karena bikin masalah. Terkait porsi makan, saya mengembalikannya pada aturan yang ada yaitu 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air, dan 1/3 untuk udara," kata dr Zaidul

Selain itu, coba kembalikan ke hati masing-masing apakah porsi makannya cukup atau berlebih karena tidak ada bejana yang lebih buruk daripada perut manusia," lanjutnya.

2. Menggunakan yang ada di sekitar

Penerapan JSR lekat dengan sayur, buah, berbagai jenis rimpang, madu, dan kurma. Dalam akun medsosnya, dr Zaidul juga kerap mengunggah berbagai resep makanan dan minuman untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Menurut dr Zaidul, resep tersebut sebetulnya tidak kaku atau bisa dibuat dengan berbagai bahan yang ada di lingkungan sekitar.

"Bisa bikin sendiri asal tahu konsep dasarnya, yaitu stop dulu segala asupan yang bikin sakit. Selanjutnya bisa belajar berbagai jenis biji-bijian, rimpang, dan bahan lain yang punya beragam vitamin dan mineral. Herbal ini belum banyak diketahui manfaat dengan pasti, tapi yakin Allah SWT nggak mungkin meracuni kita," kata dr Zaidul.

3. Sehat untuk ibadah

Terkait porsi yang tidak berlebihan, dr Zaidul mengingatkan makan tidak hanya dilakukan supaya kenyang. Makan sebagai bagian dari pola hidup sehat dilakukan untuk memperbaiki ibadah dan ketaatan. Dengan keyakinan dan pola pikir tersebut, tubuh otomatis melakukan segala hal yang baik dan menolak semua yang berdampak buruk.

"Kenapa sekarang banyak orang gemuk? Karena makan berdasarkan nafsu. Padahal bagaimana bisa merasakan sensasi ibadah jika terlalu banyak makan, yang ada rasanya malas dan ngantuk. Belum lagi masalah kolesterol, diabetes, dan gangguan lain karena makan berdasarkan keinginan. Makan bukan untuk kenyang tapi supaya bisa beribadah dengan baik," kata dr Zaidul.



Simak Video "Jalani Hidup Sehat dengan Iman ala Dokter Zaidul Akbar"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)