Senin, 07 Okt 2019 17:45 WIB

Begini Cara Kerja Obat Maag Ranitidin yang Ditarik dan Disebut Picu Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Obat maag ranitidin ditarik karena tercemar bahan pemicu kanker (Foto: thinkstock) Obat maag ranitidin ditarik karena tercemar bahan pemicu kanker (Foto: thinkstock)
Jakarta - Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik obat maag ranitidin dari edaran karena diketahui tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA). NDMA sendiri dikaitkan dengan risiko kanker.

Dokter spesialis penyakit dalam dr Etra Ariadno, SpPD dari RSAL Dr Mintohardjo mengatakan, obat maag ranitidin berfungsi untuk menghambat sekresi atau produksi asam lambung yang berlebih. Sehingga obat ini dapat meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka pada lambung.

"Ranitidin merupakan antagonis kompetitif reversibel reseptor histamin (H2) pada sel parietal mukosa lambung yang berfungsi untuk mensekresi asam lambung. Ranitidin menghambat sekresi asam lambung dengan 2 mekanisme," ujarnya kepada detikcom, Senin (7/10/2019).



Mekanisme pertama, ranitidin menduduki reseptor H2 yang berfungsi menstimulasi sekresi asam lambung sehingga histamin yang diproduksi oleh sel ECL gaster dapat dihambat. Sedangkan mekanisme kedua, substansi lain seperti gastrin dan asetilkolin yang menyebabkan sekresi asam lambung akan berkurang efektifitasnya pada sel parietal jika reseptor H2 dihambat.

Jika asam lambung diproduksi secara berlebih, dinding lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan. Peradangan ini lah yang kemudian dapat berujung pada beberapa penyakit, seperti tukak lambung, tukak duodenum, sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan pencernaan.

Sayangnya, hasil uji yang dilakukan BPOM terhadap sejumlah sampel menunjukkan, sebagian obat maag ranitidin mengandung cemaran NDMA dengan jumlah melebihi batas yang diperbolehkan, yaitu 96 ng/hari (acceptable daily intake).



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)