Selasa, 15 Okt 2019 12:00 WIB

5 Hal yang Sebaiknya Tak Diucapkan Saat Orang Lain Sedang Depresi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan saat seseorang sedang depresi (Foto: Getty Images) Dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan saat seseorang sedang depresi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Sebelum ditemukan meninggal karena bunuh diri, Sulli eks f(x) sejak lama menunjukkan tanda-tanda depresi. Salah satunya mengeluh kesepian seolah tidak ada yang mendengarkan.

Bisa saja, Sulli bukan tidak mau cerita. Namun respons orang lain di sekelilingnya, mungkin membuatnya tidak merasa nyaman untuk membuka diri mengungkapkan beban hidupnya.

Depresi merupakan kondisi kejiwaan yang membutuhkan penanganan profesional, baik terapi psikologis maupun dengan obat-obatan. Dukungan dari lingkungan sangat dibutuhkan untuk bangkit dari kegelapan.

Seringkali, yang didapat justru sikap dan perkataan yang memojokkan. Menyalahkan, seolah depresi muncul semata-mata karena kurang bersyukur, lemah iman, dan sebagainya. Bukan menenangkan, sikap seperti ini kadang membuat kondisi depresi makin memburuk.



Agar tidak salah ambil sikap, berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika hendak menunjukkan dukungan pada seseorang yang mengalami depresi.

1. Berusahalah, pasti ada jalan!
Menyuruh seseorang 'berusaha' ketika ia sebenarnya telah melakukan yang terbaik hanya akan meruntuhkan semangatnya, dan membuatnya makin tidak punya harapan. Ada banyak faktor yang memicu depresi dan tidak semua bisa dikontrol.

2. Ayo semangat, semua akan baik-baik saja!
Memaksa seseorang untuk senyum dan bersemangat saat hatinya tercabik-cabik bukanlah bentuk dukungan yang tepat. Sikap ini hanya terkesan meremehkan apa yang orang lain rasakan.

3. Masa sih depresi, kok tidak kelihatan sedih?
Banyak orang bisa tetap tersenyum dan tertawa meski kegelapan menyelimuti pikiran. Apa yang tampak dari luar tidak selalu menunjukkan situasi yang sebenarnya. Sangat umum orang-orang dengan depresi dan kegelisahan sengaja menutupi kondisinya dengan senyuman di wajah.



4. Ada yang lebih menderita dari kamu
Saat menghadapi seseorang yang sedang mengalami depresi, hindari membanding-bandingkan penderitaan. Luka batin itu subjektif, sakit bagi seseorang belum tentu sesakit itu bagi yang lain. Yang sedang mereka hadapi bukan lomba, bukan mencari siapa yang paling menderita.

5. Salurkan ke hal-hal yang positif
Memang banyak penelitian yang membuktikan, olahraga bisa meredakan depresi. Tapi saran itu tidak untuk disampaikan secara langsung saat seseorang sedang terpuruk batinnya. Andai semudah itu mengatasi depresi, pasien dari klinik psikologi mungkin akan berbondong-bondong pindah ke pusat kebugaran.

Lalu apa yang sebaiknya disampaikan? Tidak ada panduan baku memang, yang jelas harus menunjukkan empati. Contohnya seperti ini:

1. Kalau kamu mau cerita, aku di sini untuk mendengarkan dan membantumu
2. Kamu sangat berarti
3. Aku tidak tahu pasti perasaanmu seperti apa, tapi aku yakin pasti sulit sekali
4. Kamu tidak sendiri.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)