Kamis, 17 Okt 2019 13:33 WIB

Diduga Ada Narkoba di Vape Vicky Nitinegoro, Kenali Jenis-jenis Narkoba Cair

Widiya Wiyanti - detikHealth
Vicky Nitinegoro diamankan polisi terkait dugaan narkoba dalam cairan vape miliknya. Foto: Gus Mun/detikHOT Vicky Nitinegoro diamankan polisi terkait dugaan narkoba dalam cairan vape miliknya. Foto: Gus Mun/detikHOT
Topik Hangat Narkoba dalam Vape
Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari artis Vicky Nitinegoro yang diamankan polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Cairan pada vape atau rokok elektrik miliknya diduga mengandung narkoba.

Adanya kandungan narkoba pada cairan atau liquid vape bukan hal yang asing lagi. Di Amerika Serikat, kasus ini bahkan memakan banyak korban jiwa dan lebih dari seribu orang dirawat di rumah sakit.

dr Hari Nugroho dari Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) menyebut bahwa penggunaan narkoba pada cairan vape di Indonesia semakin meningkat. Beberapa orang menganggap penggunaan narkoba melalui media seperti itu lebih aman.

"Salah satu alasannya tidak ingin terdeteksi kalau pakai ganja," ujarnya beberapa waktu lalu.



Ada beberapa jenis narkoba cair yang kerap disalahgunakaan pada vape, yaitu:

1. Blue safir

Blue safir atau 4-klorometkatinon atau 4-CMC merupakan narkoba jenis cair yang populer digunakan dalam cairan vape. Blue Safir merupakan senyawa turunan katinon yang bisa diubah dalam bentuk serbuk yang dapat dicampur minuman dan liquid vape.

Kementerian Kesehatan telah memasukkan narkoba jenis blue safir ini masuk daftar nomor urut 104 narkotika golongan I dalam Permenkes No 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotik.

2. THC dan CBD

THC (tetrahydrocannabinol) dan CBD (Cannabinoid) merupakan senyawa aktif yang terdapat pada tanaman cannabis atau lebih dikenal ganja. Pada vape, narkoba jenis ini dicampur pelarut atau minyak yang jika terhirup dapat menyebabkan masalah pernapasan hingga radang paru-paru.

Kasus kematian terkait vape di Amerika Serikat disebut-sebut karena mengandung THC. Namun di beberapa negara, ganja yang mengandung THC dan CBD ini dilegalkan untuk keperluan medis.



3. Methamphetamine

Methamphetamine merupakan kandungan utama dalam narkoba jenis sabu. "Methamphetamine di rokok elektronik apalagi sabu sendiri cara penggunaannya lebih mirip dengan proses vaping, dipanaskan," jelas dr Hari.

Zat terlarang ini cukup populer di kalangan artis karena memiliki sifat stimulansia. Artinya memberikan efek penuh energi. Tak heran bila pemakainya selalu tampak energik, seperti tidak pernah kenal lelah.

Namun di sisi lain, penggunaan sabu juga memicu efek samping yang mengerikan pada susunan saraf pusat di otak. Sabu dan beberapa jenis narkotika lainnya bisa memicu halusinasi dan bahkan depresi. Kondisi lain yang bisa muncul pada overdosis adalah gagal jantung.

4. Liquid illusion

Narkoba jenis liquid illusion yang mengandung MDMA atau ekstasi juga banyak digunakan pada cairan vape. MDMA atau methylenedioxymethamphetamine memiliki efek sebagai stimulan dan bersifat halusinogen. Ekstasi kerap dijadikan sebagai 'party drugs' sehingga penggunanya kuat untuk joget lama misalnya saat dugem.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
Topik Hangat Narkoba dalam Vape