Selasa, 22 Okt 2019 19:00 WIB

5 Mitos Teh yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minuman teh (Foto: Thinkstock) Minuman teh (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Teh merupakan salah satu minuman populer di seluruh dunia, selain kopi. Biasanya secangkir teh hangat dinikmati untuk menenangkan pikiran dan tubuh yang lesu.

Minuman ini juga menjadi suatu tradisi budaya yang tertanam di seluruh dunia. Selain itu, teh juga memiliki berbagai manfaat yang terbukti di bidang kesehatan.

Dikutip dari Times of India, berikut ini 5 mitos tentang teh yang perlu diketahui.



1. Teh herbal tidak mengandung kafein

Teh herbal bukan terbuat dari teh asli, karena tidak diproses dari tanaman Camellia Sinensis. Teh ini terbuat dari seduhan bunga, ramuan, biji-bijian, akar atau kulit pohon ke dalam air panas.

Namun, tidak semua teh herbal bebas dari kandungan kafein. Teh guarana dan teh yerba justru mengandung kafein. Disarankan untuk membaca label sebelum membeli teh herbal, agar tahu kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.

2. Teh kemasan kantong sama bagus dengan tanpa kantong

Biasanya, kebanyakan orang menyeduh teh kemasan yang berkantong karena lebih praktis dan tidak menyisakan ampas. Tapi, teh dalam kemasan kantong ternyata hanya terdiri dari serpihan daun teh yang pecah. Teh seperti itu sudah banyak kehilangan minyak esensial dan aromanya yang khas. Jadi, lebih baik dan dianjurkan untuk menyeduh teh yang dikemas tanpa kantong.

3. Teh hijau lebih sehat daripada teh hitam

Keberadaan teh hijau memang lebih populer daripada teh hitam. Tetapi, keduanya tidak memiliki perbedaan, malah sama-sama mengandung antioksidan yang kuat dan bermanfaat.

Daun teh berubah warna menjadi hijau ataupun hitam terjadi setelah melalui proses oksidasi atau fermentasi. Selama proses ini, antioksidan dalam teh hijau, seperti katekin atau kandungan utama pada polifenol yang dimiliki teh akan diubah menjadi theaflavin yang ditemukan dalam teh hitam.

4. Menambah susu ke teh dapat menambah manfaatnya

Menambahkan susu ke dalam segala jenis teh tidak akan menghilangkan atau menambah manfaat kesehatannya. Sedangkan susu, mengandung kalsium yang baik untuk tulang.

Sesuai dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, meskipun susu ditambahkan ke dalam teh, tidak akan menghilangkan atau menambah jumlah katekin yang terdapat di dalam teh. Jadi, manfaat untuk kesehatannya tidak ada yang berubah.

5. Teh hijau membantu menurunkan berat badan

Para kalangan yang giat menjalani diet pasti tahu info tentang teh hijau yang dapat membantu mengurangi berat badan. Namun, sayangnya itu hanya mitos. Teh hijau memang mengandung stimulan yang dapat meningkatkan metabolisme seseorang, tetapi jumlahnya hanya sedikit. Meskipun telah meminun 4-5 cangkir teh hijau, tetap tidak akan mengurangi berat badan seseorang.



Simak Video "Manfaat Susu A2 Dibanding Susu Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)