Kamis, 24 Okt 2019 12:37 WIB

Soal Penyakit Jantung, Menkes Baru dr Terawan Diminta Fokus ke Pencegahan

Michelle Natasya - detikHealth
dr Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Maju. Ia mendapat tugas menuntaskan sejumlah masalah kesehatan, terutama BPJS Kesehatan dan stunting.

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) turut menyampaikan harapan pada Menkes baru yang kontroversial tersebut. Salah satunya untuk lebih mengedepankan sisi preventif atau pencegahan dan promotif.

"Seperti program JKN dan BPJS, walaupun memang ini baik tapi lebih ke hilir," kata dr BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP (K), FIHA, Ketua Bidang Medis Yayasan Jantung Indonesia pada detikcom, Rabu (23/10/2019).



Menurut dr Ario, memberi perhatian lebih pada sisi pencegahan akan mengurangi beban penyakit di masa depan. Pembatasan produk tembakau serta asupan garam termasuk di antaranya.

Selain itu, dr Ario juga berpesan untuk mengedepankan program-program yang mengacu pada layanan kesehatan yang berbasis bukti. Hal ini penting agar bisa memberikan informasi pada masyarakat terkait program pemerintah yang didasari bukti-bukti yang baik.

Sebelumnya diberitakan bahwa dr Terawan sempat menuai kontroversi dalam dunia medis. Pasalnya, terapi 'cuci otak' yang dicetuskannya menggunakan alat Digital Subtraction Angiography (DSA) dipermasalahkan oleh majelis etik karena belum melewati tahap uji yang semestinya.



Simak Video "Terawan Klaim Vaksin Nusantara Jadi Solusi Atasi Varian Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)