Senin, 28 Okt 2019 15:43 WIB

Menkes Terawan Targetkan Stunting Turun Jadi 20 Persen

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang balita tengah mendapat imunisasi (Foto: Ari Saputra) Seorang balita tengah mendapat imunisasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Penurunan angka stunting menjadi salah satu program utama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, sesuai arahan Presiden Jokowi. Kasus stunting ditargetkan bisa turun dalam tiga tahun mendatang.

"Sebetulnya kita tidak pakai target-targetan karena ingin secepatnya. Namun program perlu evaluasi yang bisa dilakukan saat bayi berusia tiga tahun (batita). Nanti bisa dilihat apakah program sudah tepat dan ada lampu hijau penurunan stunting 20 persen," kata Menkes Terawan dalam kunjungan ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Selasa (28/10/2019).



Terkait program penurunan stunting, ada 2 program yang akan dilakukan pemerintah. Program pertama adalah pengadaan software yang berisi program penurunan stunting. Pembuatan software yang digawangi Direktorat Kesehatan Masyarakat tentunya dilakukan sesuai anggaran pemerintah.

Program kedua adalah melibatkan puskesmas, yang fungsinya kembali menjadi preventif dan promotif bukan kuratif. Puskesmas berperan mencegah stunting yang nantinya menjadi bahan penilaian akreditasi puskesmas. Layanan kesehatan tersebut dikatakan terakreditasi jika mampu mencegah stunting.

Masih soal upaya pencegahan stunting, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo SpOG(K) mengingatkan pentingnya jarak kelahiran. Jarak yang tidak terlalu dekat memungkinkan anak mendapat cukup asupan gizi dan kasih sayang, sehingga tidak terjadi gagal tumbuh.

"Spacing atau jarak kelahiran antar anak paling tidak tiga tahun. Selain mencegah stunting, pengaturan jarak juga mencegah risiko kematian ibu dan bayi," kata dr Hasto.

Baru-baru ini, Nila F Moeloek saat masih menjabat Menkes, mengumumkan data terbaru BPS (Badan Pusat Statistik) yang menyebut adanya penurunan angka stunting. Jika pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 angkanya masih 30,8 persen, data terbaru menunjukkan perbaikan menjadi 27,67 persen.



Simak Video "Kemesraan Menkes Terawan dengan IDI Bicara Soal JKN"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)