Jumat, 25 Okt 2019 17:15 WIB

Mungkinkah Terapi 'Cuci Otak' untuk Stroke Ditanggung BPJS Kesehatan?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Digital Substraction Angiography cuci otak dr terawan. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth) Digital Substraction Angiography cuci otak dr terawan. (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Sebelum menjabat Menteri Kesehatan (Menkes), dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K), aktif sebagai klinisi. Dia dikenal publik dengan terapi Digital Substraction Angiography (DSA) atau populer disebut 'cuci otak.'

Sebagai penggagas dan yakin manfaat DSA, mungkinkah terapi ini nantinya ditanggung BPJS Kesehatan? Apalagi gangguan jantung dan pembuluh darah (stroke) tercatat sebagai salah satu yang memerlukan banyak dana.

"Nggak usahlah. Ntar malah membebani BPJS Kesehatan," kata dr Terawan dalam kunjungannya ke BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).


Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, DSA awalnya hanya untuk meningkatkan keselamatan pasien saat tindakan. Namun dengan mengembangkan teknik, dr Terawan menggunakan DSA untuk terapi.

"Kalau untuk nambal pembuluh darah di otak yang pecah juga bisa dilakukan. Jadi teknik-teknik itu dikembangkan dari DSA diagnostik," kata dr Terawan beberapa waktu lalu saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

DSA diklaim mampu mengatasi stroke atau gangguan lain terkait pembuluh darah. Terkait penamaan, dr Terawan tidak mempermasalahkan terapi ini disebut cuci otak. Terapi DSA bisa dilakukan dengan harga berkisar 23 juta hingga 25 juta Rupiah.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)