Sabtu, 02 Nov 2019 14:13 WIB

Mengintip Cara Klinik Adiksi di RSCM Tangani Pasien Kecanduan Game

Firdaus Anwar - detikHealth
Klinik adiksi game di RSCM. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth) Klinik adiksi game di RSCM. (Foto: Firdaus Anwar/detikHealth)
Jakarta - Di Poliklinik Madya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tampak beberapa ruangan konsultasi dokter, bangku tunggu, dan meja pendaftaran. Sekilas mungkin tampak seperti poliklinik biasa, namun di tempat ini para ahli secara khusus menangani kasus kecanduan game.

Klinik adiksi dipimpin oleh Kepala Departemen Psikiatri RSCM-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ(K). Dalam sebulan klinik bisa menangani 2-3 kasus anak yang kecanduan game dan sudah menangani sekitar 15 kasus usia remaja akhir hingga dewasa.


Menurut dr Siste pasien yang kecanduan game akan ditangani oleh tim dari multidisiplin. Sebagai contoh ada ahli gizi, rehabilitasi medik, akupunktur, dan psikiater.

"Akupunktur itu memiliki metode yang bisa mengurangi craving. Craving itu keinginan untuk menggunakan (game) kembali," kata dr Siste pada detikcom dan ditulis Sabtu (2/11/2019).

Di klinik nantinya tim akan menilai separah apa kecanduan game yang dialami seorang pasien. Tidak menutup kemungkinan pasien menjalani rawat inap bila memang dianggap punya kecanduan yang parah misalnya sampai tidak bisa mengendalikan perilaku.

"Misalnya pasien tidak bisa dikontrol sama sekali, sudah ada ketidakmampuan untuk mengontrol diri, menjalankan fungsi, atau ada perilaku agresif lainnya melukai diri maka memang pasien kita rawat. Dirawat inap. Psikiater yang menangani juga ahli adiksi," lanjutnya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)