Minggu, 03 Nov 2019 13:53 WIB

Ada yang Sampai 6 Tahun Tak Dicukur, Apa Sih Manfaat Rambut Kemaluan?

Nurul Khotimah - detikHealth
Mencukur rambut pubis tak boleh terlalu sering karena ada risikonya (Foto: iStock) Mencukur rambut pubis tak boleh terlalu sering karena ada risikonya (Foto: iStock)
Jakarta - Tidak ada yang melarang untuk membiarkan rambut kemaluan tumbuh subur. Meski begitu, rambut pubis yang tumbuh panjang seperti rapunzel hingga keluar bikini terkadang kurang nyaman.

Untuk itu merapikan atau mencukurnya menjadi solusi kembalikan rasa nyaman. Bukan hanya untuk orang yang bersangkutan, tetapi juga untuk pasangannya. Dalam postingan yang viral baru-baru ini, seorang suami memprotes istrinya yang sudah 6 tahun tidak mencukur rambut kemaluan.

Nggak nyaman sih kalau terlalu lebat. Tapi sebenarnya, mencukur rambut kemaluan memang tidak perlu dilakukan terlalu sering karena ada risikonya.

"Jika Anda menghilangkan rambut terlalu sering, Anda bisa berakhir dengan sesuatu yang disebut folliculitis, yang merupakan infeksi pada folikel rambut," kata seorang pakar kesehatan, Dr Metz, dikutip dari Women's Health.

Dengan begitu, mencukur rambut pubis sebaiknya dilakukan saat sudah terlalu panjang dan dirasa kurang nyaman. Tak perlu lakukan terlalu sering untuk menghindari iritasi.



Selain itu, kelemahan mencukur rambut pubis terlalu sering cenderung membuat rambut kemaluan tumbuh ke dalam. Ini adalah saat rambut tumbuh kembali tetapi akhirnya melengkung ke dalam kulit, yang dapat menyebabkan benjolan dan iritasi. Hal ini dapat dicegah dengan mengoleskan krim hidrokortison (obat pereda peradangan) setelah bercukur untuk mencegah rambut tumbuh ke dalam.

Sebenarnya ada beberapa manfaat membiarkan rambut kemaluan tumbuh subur. Dikutip dari Health Life, sebuah penelitian mengatakan membiarkan rambut kemaluan panjang bisa menjadi perlindungan kecil terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS). Hal itu karena beberapa metode mencukur menimbulkan risiko berkembang biak bakteri melalui luka atau dengan mengekspos folikel rambut.

Membiarkannya tumbuh dapat dikatakan menjadi sedikit penghalang IMS menular dengan cepat. Tetapi, perlindungan lain seperti kondom baiknya tetap dipakai untuk mencegah IMS.



Simak Video "Malu Punya Kulit Kering? Ini Solusinya!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)