Rabu, 06 Nov 2019 09:01 WIB

Hipertensi di DKI Tinggi, Pengaruh Stres dan Macet?

Nurul Khotimah - detikHealth
Macet sebabkan stres jadi pemicu tingginya hipertensi di DKI Jakarta? Foto: Ilustrasi macet Tol Cikampek malam hari (Zaki Alfarabi) Macet sebabkan stres jadi pemicu tingginya hipertensi di DKI Jakarta? Foto: Ilustrasi macet Tol Cikampek malam hari (Zaki Alfarabi)
Jakarta - Stres merupakan salah satu faktor risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jakarta dengan kemacetan dan segala kerumitannya tengah menghadapi keduanya, stres dan hipertensi.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, 34 persen penduduk DKI Jakarta mengalami risiko hipertensi baik ringan maupun berat. Kalangan usia muda bahkan mendominasi, bukan hanya usia lanjut.

Namun apakah serta merta bisa menyalahkan kemacetan? Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, punya pendapat soal itu.


"Kalau secara langsung sih tidak ya, walaupun stres yang berlebih itu bisa, tapi secara langsung sih itu tidak berpengaruh," katanya kepada detikcom, saat ditemui di Jakarta Selatan baru-baru ini.

Menurutnya, stres lebih berpengaruh pada kondisi kejiwaan. Untuk masalah tersebut, dr Dwi menyebut puskesmas punya layanan konseling dan skrining jiwa.

"Kalau kita punya kecenderungan ada keluhan psikis itu bisa konsultasi ke puskesmas atau di tenaga kesehatan yang punya tenaga konselor. Atau ke psikolog juga bisa," jelas dr Dwi.






Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)