Sabtu, 23 Nov 2019 17:09 WIB

Bukan Ruqyah, Gejala Gangguan Jiwa Ini Sebaiknya Ditangani Medis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ada gejala gangguan jiwa yang sebaiknya ditangani dokter bukan ruqyah. Foto: iStock Ada gejala gangguan jiwa yang sebaiknya ditangani dokter bukan ruqyah. Foto: iStock
Jakarta - Penanganan yang tidak tepat terhadap gangguan jiwa dapat memperburuk kesehatan mental pengidapnya. Terlebih jika telah menunjukkan gejala gangguan jiwa berat namun pasien hanya mendapatkan pengobatan alternatif.

"Memiliki masalah kesehatan mental tapi disangka kesurupan atau kesetanan seringkali diberikan penanganan secara spiritual seperti di ruqyah, exorsicm, dan didoakan oleh pemuka agama akan merusak konsep diri dan harga diri remaja," papar psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Ketika itu terjadi, mereka akan terus merasa ada yang salah dengan dirinya, merasa malu dan 'rusak' sehingga akan memperburuk kondisi kesehatan mentalnya dan mempersulit pemulihan.


Ditemui terpisah, psikiater dari RS Omni Hospital BSD, dr Andri SpKJ, FCLP, mengatakan mendapatkan terapi dari ahli spiritual seperti romo, ustaz, atau di ruqyah sesungguhnya tidak masalah. "Setiap orang punya cara mendapat pertolongan, kalau misal dapat hasil yang bagus nggak apa-apa" kata dr Andri.

Meski demikian, ada beberapa gejala gangguan jiwa yang sebaiknya ditangani tim medis, dalam hal ini psikiater atau psikolog, daripada terapi ruqyah. Sebab ditakutkan jika tak mendapat penanganan medis, gangguan jiwa yang dialami pasien bisa menjadi berat.

Berikut di antaranya:

- Muncul ide bunuh diri
- Halusinasi berlebihan
- Selalu merasa curiga
- Paranoid
- Merasa orang sekeliling ingin menyakiti
- Muncul bisikan-bisikan bernada negatif
- Selalu melukai diri sendiri

"Kalau ada tanda-tanda seperti itu bisa diarahkan ke psikiater," pungkas dr Andri.

Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)