Minggu, 24 Nov 2019 11:01 WIB

Cerita Ahli Terapi Ruqyah yang Pernah 'Sembuhkan' Pasien Autoimun

Nurul Khotimah - detikHealth
Ilustrasi penanganan ruqyah. (Foto: Enggran Eko Budianto) Ilustrasi penanganan ruqyah. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jakarta - Ruqyah dipercaya sebagai pengobatan alternatif untuk menghilangkan penyakit yang disebabkan oleh gangguan makhluk halus atau jin. Jika dahulu terapi ruqyah hanya dibacakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, proses ruqyah yang ada saat ini seringkali dibarengi dengan sesi konseling.

Ahli terapi ruqyah, Muhammad Hafidz, percaya bahwa penyakit yang ada di dalam tubuh manusia sebenarnya berasal dari akal pikiran mereka sendiri. Hal itu terlihat saat ia menangani pelanggan yang kala itu didiagnosa dengan penyakit autoimun stadium lanjut.

Diceritakan oleh Hafidz, pasien ini telah lama berusaha mengobati penyakit autoimunnya dengan pengobatan medis tetapi tidak berhasil. Dokter bahkan memprediksi usianya hanya bisa bertahan sampai beberapa bulan.

Selain pengobatan medis, keluarga mencari alternatif dan memutuskan untuk mencoba ruqyah. Saat mendatangi Hafidz dan melakukan sesi konseling, ia menemukan bahwa pria terseut masih memendam rasa benci dan dendam pada atasannya selama 10 tahun karena sering dipermalukan depan umum.

"Saya minta beliau maafkan (atasannya). Baru proses itu saja beliau sudah kesurupan (karena) jinnya nggak mau maafin. Terus kita ruqyah cukup lama dari jam 2 siang sampai 9 malam. Alhamdulillah setelah itu dia bisa maafkan meski tidak 100 persen," tuturnya.


Setelah sesi itu, Hafidz bercerita keadaan pasien mulai membaik. Saat mulai pulih, dilakukan lagi sesi konseling untuk memulihkan kondisi psikisnya.

"Saya ruqyah beliau dua kali, jadi pertama kali langsung keluar dari rumah sakit, kemudian saya diapanggil lagi ketika beliau sudah sembuh dari penyakitnya hanya gangguan psikisnya saja," akunya.

Pengobatan alternatif ruqyah dibarengi dengan medis juga sempat dilakukan oleh mendiang Sutopo Purwo Nugroho yang kala itu menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kala itu, Sutopo menerima nasihat yang berhasil melegakan perasaan dan emosinya. Sutopo sempat tidak menerima kenyataan dirinya mengalami kanker yang telah berada di stadium lanjut. Nasihat dari seorang ulama tersebut berhasil mencerahkan dan membantunya berpikir positif.

"Dari situ saya masuk ponpes selama 2 minggu. Tapi di sana makannya susah jadinya segala pantangan dikonsumsi, misal nasi putih dan gorengan. Jadinya kondisi saya menurun dan harus segera kembali ke Jakarta," kenang Sutopo.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)