Minggu, 24 Nov 2019 14:01 WIB

Pengidap Gangguan Jiwa yang Lakukan Ruqyah Juga Diberi Sesi Konseling

Nurul Khotimah - detikHealth
Ruqyah juga punya sesi konseling yang biasanya dipakai untuk mengatasi rasa takut, depresi, halusinasi. (Foto: thinkstock) Ruqyah juga punya sesi konseling yang biasanya dipakai untuk mengatasi rasa takut, depresi, halusinasi. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Ada berbagai metode yang dilakukan dalam proses meruqyah seseorang. Tidak hanya dibacakan doa-doa tertentu, tetapi juga punya sesi konseling yang biasanya dipakai untuk mengatasi rasa takut, depresi, halusinasi, atau gangguan jiwa lainnya.

Sesi konseling ini masuk dalam terapi psikis. Dalam sesi ini pasien akan lebih menceritakan tentang masalah yang ia hadapi baik di masa lalu atau sekarang, yang dianggap mengganggu mentalnya.

"Kebanyakan ruqyah nggak pakai diagnosa, langsung dibaca (didoakan). Kalau kita, diagnosa dulu penyebabnya ini psikis atau jin. Kalau psikis biasanya kita (arahkan untuk) selesaikan dulu masalahnya, kita konseling dulu orangnya, kita buka dulu hatinya," kata Muhammad Hafidz, praktisi ruqyah, kepada detikcom.

"Kita buat perumpamaan dia udah bisa menerima semuanya dia sadar dengan kesalahannya itu kita obatin (ruqyah) jinnya keluar selesai," jelasnya saat dihubungi detikcom baru-baru ini," sambungnya.

Hafidz meyakini sesi konseling akan memperlihatkan bahwa mereka yang kesurupan hampir sama dengan mengalami gangguan jiwa. Meski demikian, ada perbedaan yang mencolok saat pasien kesurupan jin atau mengalami masalah mental.

Ia mengambil contoh seseorang yang diganggu oleh makhluk gaib akan sembuh saat di ruqyah, dalam artian keluhan sakitnya misal depresi atau stres juga ikut mereda. Lain cerita jika pasien kala itu memang mengalami gangguan mental. Mereka tidak langsung sembuh hanya dengan ruqyah.


"Karena awalnya gangguan psikis jadi awalnya dalam proses meruqyahnya ini masalah psikisnya harus diselesaikan dulu baru nanti di ruqyah jinnya bisa keluar. Nah kebanyakn orang yang sakitnya nggak sembuh-sembuh ini awalnya yang gangguan psikis bukan gangguan jin," jelasnya.

Sebelumnya, psikiater dari RS Omni Hospital BSD, dr Andri SpKJ, FCLP, menyebut setiap orang punya cara mendapatkan pertolongan. Kalau misalnya pasien berobat ke pengobatan alternatif seperti ruqyah dan dapat hasil yang baik, misalnya dengan dia curhat lalu gejala gangguan jiwa yang ia alami berkurang, maka itu hal positif.

"Kalau sama-sama baik, sama-sama mendukung orang itu menjadi bagus, nggak papa. Hanya yang jadi masalah kalau misalnya fokus pada pengobatan alternatif saat ada gejala yang harus segera ditangani," sebut dr Andri.

Meski demikian, ia berharap guru spiritual bisa memahami kalau gejala gangguan jiwa yang dialami oleh pasien sudah masuk kategori berat seperti muncul ide-ide bunuh diri, halusinasi, bahkan paranoid, untuk segera di rujuk ke psikiater.



Simak Video "Kata Dokter Jiwa soal Ramai 'Keluhan' Pasca Nonton Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)