Sabtu, 07 Des 2019 06:00 WIB

Disorot di Kasus Garuda, Sepeda Brompton Ngehits Meski Harganya Selangit

Rosmha Widiyani - detikHealth
Penampakan sepeda lipat selundupan (Foto: Agung Pambudhy) Penampakan sepeda lipat selundupan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Sepeda Brompton menjadi sorotan dalam kasus penyelundupan yang melibatkan direktur Garuda Indonesia. Merek sepeda asal Inggris ini masuk dengan cara ilegal dalam pesawat yang baru datang dari Prancis.

Di Indonesia, khususnya bagi penyuka sepeda, merek sepeda asal Inggris ini tidak asing. Popularitas sepeda yang awalnya dibuat untuk keluarga kerajaan Inggris ini cenderung meningkat tiap tahun.

"Komunitas kita makin ramai dan cepat banget peningkatannya. Jumlah anggota tahun ini sekitar 3.400 dan setahun sebelumnya 3.000an untuk seluruh Indonesia. Kita juga punya grup Telegram yang anggotanya 950 orang," kata Ketua Brompton Owner Group Indonesia (BOGI) Baron Martanegara.



Menurut Baron, peningkatan jumlah anggota tak lepas dari kesadaran sama-sama ingin hidup lebih sehat. Anggota komunitas memasyarakatkan semangat hidup sehat dengan rajin olahraga, misal bersepeda ke kantor atau piknik bersama. Selain itu ada alasan lain hingga memilih sepeda lipat tersebut.

"Memilih Brompton sebetulnya karena lebih simpel saat digunakan. Sepeda ini mudah dilipat dan fashionable. Kita jadi lebih mudah kampanye hidup sehat dengan bersepeda, termasuk dengan eksplore lokasi tertentu atau piknik," kata Baron.



Terlepas dari kualitasnya, Brompton kerap dipandang sebagai sepeda premium dengan harganya yang tidak murah. Menurut Baron harga sebetulnya relatif, karena masih banyak sepeda lain yang harganya lebih mahal daripada Brompton.

"Harga relatif ya, kalau mampu ya dibeli. Kita beli bukan karena gengsinya tapi kegunaan sepeda. Ada banyak sepeda yang harganya berkisar Rp 50-100 juta dan bukan Brompton," ujar Baron.

Sebelumnya disebutkan, harga Brompton dalam kasus Garuda mencapai Rp 52 juta. Menurut Baron, harga Brompton sebetulnya tidak semahal itu. Namun harga Brompton kerap 'digoreng' pedagang apalagi jika yang dijual adalah special atau limited edition.



Brompton sendiri bukan sepeda yang 'rewel' meski harganya tidak murah. Sepeda ini ini juga kuat dan sanggup dibawa jalan jauh dengan perawatan yang sederhana. Berikut 4 tips dari Baron untuk merawat sepeda Brompton.

1. Perhatikan urutan membuka lipatan

Cara membuka lipatan Brompton sebetulnya tidak sulit meski perlu latihan. Yang harus diperhatikan adalah kuncian handlepost yang di setang dan seatpost di sadel sepeda. Kalau kuncian tidak dibuka sempurna maka sepeda tidak bisa digunakan.

2. Jika ingin membersihkan cukup dilap

Jika terlihat kotor, sepeda sebaiknya jangan dibersihkan dengan semprotan air bertekanan tinggi. Baron menyarankan sepeda dibersihkan cukup dengan lap basah. Hal ini untuk mencegah air masuk di antara lipatan sepeda dan mengakibatkan karatan.

3. Jangan kelebihan beban

Menurut Baron, kapasitas maksimal Brompton mencapai 130 kilogram dan 10 kilogram untuk kantong depan. Untuk menjaga sepeda berfungsi dengan baik, sebaiknya jangan membawa beban melebihi kapasitas kendaraan.

4. Jangan lupakan aturan safety ride

Selain perawatan sepeda, Baron mengingatkan pengendara Brompton harus memperhatikan keselamatan diri sendiri saat berkendara. Misal menggunakan helm untuk mencegah risiko terjadinya kecelakaan saat naik sepeda.



Simak Video "Resolusi Hidup Sehat 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)