Minggu, 29 Des 2019 09:00 WIB

Iklan Diskon 'Hingga 90 Persen' Menjamur, Penyebab Impulsif dan Gila Belanja

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Diskon akhir tahun. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Tinggal menghitung hari hingga pergantian tahun, diskon akhir tahun semakin digemborkan melalui iklan hingga promo yang menarik. Hal ini pastinya mendorong konsumen untuk melirik produk mereka hingga memicu munculnya Compulsive Buying Disorder (CBD).

dr Lahargo Kembaren, SpKJ, salah satu psikolog dari RS Jiwa Marzoeki Mahdi mengatakan di dalam iklan yang sering dilihat, mengandung yang namanya psikologi massa. Ini bisa mempengaruhi dan mendorong para konsumen untuk melihat hingga akhirnya membeli produk tersebut.

"Jadi bagaimana iklan itu bisa menggerakkan seseorang untuk melihat, mengamati dari dekat barang itu, dan kemudian membelinya. Dan memang itu ditujukan untuk hal yang seperti itu," ujarnya pada detikcom, Jumat (27/12/19).


Menurut dr Lahargo, mulai dari kompetisinya, konsen, hingga alur dari iklan tersebut dibuat untuk menarik perhatian orang. Jadi untuk mengendalikannya kembali lagi pada pribadinya masing-masing agar lebih memperhitungkan dan waspada.

"Ya itu fungsinya. Iklan itu dibuat sedemikian rupa sehingga membuat orang akan tertarik untuk membelinya, tanpa tahu itu sebenarnya akan terpakai atau tidak," tegasnya.

"Jadi, kita yang harus lebih waspada melihat iklan seperti itu. Lihat barangnya, apa itu dibutuhkan atau hanya menjadi hal yang diinginkan saja," imbuh dr Lahargo.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)